Suarapena.com, TANGERANG – Pilihan kuliner baru hadir di kawasan Jalan Kisamaun, Kota Tangerang. Rumah Makan (RM) Sari Moerni menawarkan konsep rumah makan keluarga dengan perpaduan nuansa Betawi dan Sunda.
Berada tak jauh dari kawasan Pasar Lama Tangerang, rumah makan ini mengusung konsep yang mereka sebut “Betawi Coret dan Sunda Coret”.
Store Manager RM Sari Moerni Satria Darmawan mengatakan, konsep tersebut dipilih untuk menghadirkan tempat makan yang memiliki karakter lokal sekaligus dekat dengan masyarakat Tangerang.
“Kami ingin membuat konsep rumah makan keluarga yang rasanya seperti di rumah. Kami tidak mengejar konsep yang terlalu fancy, tetapi lebih fokus bagaimana makanan yang kami sajikan bisa memberikan kepuasan kepada pengunjung,” ujar Satria, Senin (7/9/2026).
Suasana rumah makan dibuat sederhana dan nyaman. Pengunjung dapat menikmati makanan bersama keluarga tanpa harus berada dalam suasana restoran yang terlalu formal.
Dari sisi menu, RM Sari Moerni menawarkan sejumlah olahan ayam yang diproses menggunakan racikan bumbu khusus.
Satria mengatakan, proses pengolahan bumbu dapat memakan waktu hingga sekitar lima jam. Proses tersebut dilakukan agar bumbu lebih meresap sebelum ayam diolah menjadi berbagai sajian.
Beberapa pilihan yang tersedia antara lain ayam bakar, ayam kukus, dan ayam goreng.
Ayam kukus menjadi salah satu menu yang ditawarkan dengan konsep berbeda. Menu ini ditujukan bagi pengunjung yang ingin menikmati olahan ayam dengan sajian yang lebih ringan.
“Untuk minuman, salah satu menu yang banyak diminati adalah es teh kampul yang memadukan teh dengan jeruk manis,” kata Satria.
RM Sari Moerni juga menerapkan konsep prasmanan. Pengunjung dapat memilih makanan sesuai selera, sementara harga setiap menu telah dicantumkan sehingga dapat diketahui sebelum makanan diambil.
Pembayaran dilakukan setelah pengunjung selesai makan.
Selain menu utama, tersedia sejumlah menu pendamping yang dapat dinikmati secara gratis dan diisi ulang. Salah satunya lalapan dengan beberapa pilihan sayuran.
Pengunjung juga dapat menikmati tiga jenis sambal, yakni sambal Sari Moerni, sambal bawang, dan sambal kacang.
“RM Sari Moerni juga menyediakan sejumlah menu pendamping yang dapat dinikmati secara gratis dan bisa refill,” ujar Satria.
Pengunjung yang membeli minuman juga mendapatkan teh tawar gratis yang dapat diisi ulang.
Dari sisi harga, nasi uduk tersedia mulai Rp 8.000, sedangkan menu ayam dibanderol di kisaran Rp 26.000.
Sejak dibuka, Satria menyebut respons masyarakat terhadap RM Sari Moerni cukup positif. Antusiasme pengunjung bahkan disebut berada di luar perkiraan awal pengelola.
Menurut dia, konsep rumah makan bernuansa Betawi-Sunda menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat yang mencari pilihan kuliner di Kota Tangerang.
RM Sari Moerni memiliki area indoor dan outdoor dengan kapasitas sekitar 55 orang.
Kedua area tersebut menerapkan konsep bebas asap rokok untuk menjaga kenyamanan pengunjung, terutama keluarga yang datang bersama anak-anak maupun orang tua.
“RM Sari Moerni memiliki area indoor dan outdoor dengan kapasitas sekitar 55 orang. Kedua area tersebut menerapkan konsep bebas asap rokok untuk menjaga kenyamanan keluarga,” kata Satria.
Bagi masyarakat yang ingin berkunjung, Satria menyarankan datang pada hari kerja sekitar pukul 14.00 hingga 16.30 WIB untuk mendapatkan suasana yang lebih nyaman.
RM Sari Moerni buka setiap hari mulai pukul 11.00 hingga 22.00 WIB di Jalan Kisamaun, Kota Tangerang, tak jauh dari kawasan Pasar Lama. (sp/pr)







