Scroll untuk baca artikel

Suara Jabar

Sampah Nataru Diprediksi Meningkat, DLH Bandung Siapkan Berbagai Langkah

×

Sampah Nataru Diprediksi Meningkat, DLH Bandung Siapkan Berbagai Langkah

Sebarkan artikel ini
ilustrasi lonjakan sampah saat Nataru di Bandung diprediksi meningkat, DLH Kota Bandung siapkan berbagai langkah strategis.

Suarapena.com, BANDUNG – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung telah mempersiapkan berbagai langkah strategis untuk menangani lonjakan sampah yang diprediksi akan meningkat di sejumlah titik keramaian.

Kepala DLH Kota Bandung, Dudy Prayudi, menyatakan pihaknya siap menghadapi tantangan besar dengan menurunkan 427 petugas yang didukung oleh armada lengkap, termasuk 16 truk, 4 mobil pikap, 13 mobil penyapu, dan 53 motor sampah.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Kami sudah menyiapkan personel dan armada untuk memastikan kebersihan kota tetap terjaga pasca perayaan Nataru,” ujar Dudy, Rabu (18/12/2024).

Mengacu pada pengalaman tahun sebelumnya, Dudy mengungkapkan bahwa pada malam pergantian tahun, volume sampah yang terangkut mencapai rata-rata 54 ton atau sekitar 109 meter kubik.

Tahun ini, meskipun hujan diperkirakan dapat mengurangi kerumunan, Dudy memperkirakan volume sampah berpotensi meningkat lebih tinggi.

Berita Terkait:  211 Petugas Kebersihan di Bandung Tetap Bertugas Saat Lebaran

DLH Kota Bandung juga telah memetakan 47 titik keramaian di 6 Sub Wilayah Kota (SWK) yang diprediksi akan mengalami peningkatan produksi sampah. Beberapa titik tersebut antara lain:

1. SWK Cibeunying (9 titik), seperti Jalan Dago, Gasibu, dan Monumen Perjuangan.

2. SWK Tegalega (11 titik), termasuk Cibaduyut dan Jalan Sudirman.

3. SWK Ujungberung (2 titik), seperti Alun-Alun Ujungberung dan Bundaran Cibiru.

4. SWK Karees (11 titik), antara lain Jalan Asia Afrika dan Flyover Cicaheum.

5. SWK Bojonegara (9 titik), meliputi Jalan Setiabudi dan Sukajadi.

6. SWK Kordon (5 titik), termasuk Samsat Kiaracondong dan Masjid Al Jabbar.

Dudy juga menekankan pentingnya pembubaran kerumunan yang tepat waktu agar proses pembersihan dapat dilakukan secara efektif.

Ia mengungkapkan pengalaman tahun lalu, di mana pembubaran massa baru selesai sekitar pukul 03.00 WIB, padahal petugas sudah siap bekerja sejak pukul 01.00 WIB.

Berita Terkait:  Kota Bandung Anggarkan Rp 348 Miliar untuk Pengelolaan Sampah

Untuk itu, DLH berharap mendapatkan dukungan lebih dari pihak kepolisian dan Satpol PP agar proses ini bisa lebih cepat.

Namun, ada kendala lain yang perlu dihadapi, yaitu keberadaan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang masih beraktivitas hingga dini hari, yang seringkali menghambat proses pembersihan sampah.

Selain itu, DLH Kota Bandung juga masih menunggu kepastian operasional Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti pada 1 Januari 2025.

Dudy menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak provinsi terkait jadwal operasional TPA, meskipun berdasarkan pengalaman tahun lalu, TPA tetap beroperasi normal.

Dudy juga mengimbau masyarakat untuk ikut berperan aktif menjaga kebersihan dan meminimalisir sampah selama perayaan Nataru.

“Kami mengharapkan masyarakat tidak membuang sampah sembarangan dan turut mengurangi volume sampah pada saat Nataru,” pungkasnya. (sp/rob)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca