Suarapena.com, MAGELANG – PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (TWC) menargetkan kunjungan wisatawan dalam negeri maupun mancanegara ke Candi Borobudur sebanyak 2,2 juta orang.
“Mudah-mudahan di tahun 2023 sudah ada izin pengunjung boleh naik ke bangunan candi, karena bisa menjadi daya pikat wisatawan ke Candi Borobudur,” ujar General Manager PT TWC Unit Borobudur Jamaludin Mawardi dalam keterangan tertulis, Rabu (4/1/2023).
Menurut Jamaludin, dengan wisatawan boleh naik ke bangunan candi, tentu hal ini sedikit banyak mulai menghapus stigma bahwa berkunjung ke Candi Borobudur mahal.
“Selama ini stigma tentang harga tiket masuk ke Candi Borobudur Rp750 ribu per orang, padahal di lapangan tidak ada kenaikan harga tiket masuk,” katanya.
Untuk di tahun 2022, Jamaludin menargetkan sebanyak 1,6 juta orang yang berkunjung. Namun itu semua belum dapat terpenuhi 100 persen.
Pada libur Natal dan Tahun Baru 2023 pihaknya mencatat rata-rata pengunjung hanya sekitar 9.000 hingga 10.000 orang per hari.
“Target sampai akhir tahun 2022 belum bisa terpenuhi 100 persen, hanya mencapai sekitar 92 persen. Harapannya kemarin bisa ditutup pada masa ramai libur Natal dan Tahun Baru, tetapi kondisinya ternyata juga belum menggembirakan.
Kami harapkan puncak kunjungan mencapai 24.000 orang, tetapi tertinggi hanya sekitar 11.000 orang pada 27 Desember 2022,” terangnya.
Terakhir, dirinya pun berharap dengan pencabutan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah, kunjungan wisatawan ke candi Buddha terbesar di dunia ini semakin meningkat. (Sp/Pr)










