“Hanya kepemimpinan wasit sangat mengecewakan tim kami, saat unggul 1-0 kita kena penalti,” keluhannya.
Kendati demikian, ia mengakui bahwa semua keputusan wasit memang mutlak. Oleh karena itu ia meminta agar komisi wasit mengevaluasi ke bawah, dan melihat kinerja para wasit.
“Kami sudah main enak tetapi permainan ini dirusak oleh kepemimpinan wasit yang mengecewakan. Selamat untuk persipasi yang lolos ke 8 besar. Panpel bagus, lapangan bagus. Yang bikin kecewa itu saja wasit. Tolong komisi wasit melihat lagi ke bawah,” kata Wahyu. (sng)










