Scroll untuk baca artikel
EkbisNewsSuara Jabar

Reaktivasi Bandara Husein Disambut Pedagang Pasar Baru, Diyakini Bangkitkan Kembali Ekonomi Bandung

×

Reaktivasi Bandara Husein Disambut Pedagang Pasar Baru, Diyakini Bangkitkan Kembali Ekonomi Bandung

Sebarkan artikel ini
Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara disambut antusias, pedagang Pasar Baru optimis ekonomi Bandung kembali bergairah.
Reaktivasi Bandara Husein Sastranegara disambut antusias, pedagang Pasar Baru optimis ekonomi Bandung kembali bergairah.

Suarapena.com, BANDUNG – Rencana reaktivasi Bandara Husein Sastranegara disambut optimistis oleh para pedagang dan pelaku usaha di Pasar Baru Bandung. Mereka menilai beroperasinya kembali bandara tersebut akan menjadi momentum kebangkitan perdagangan, pariwisata, dan perekonomian Kota Bandung setelah sempat melambat sejak penerbangan dialihkan ke Bandara Kertajati.

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru Bandung (HP2B), Iwan Suhermawa, mengatakan kabar reaktivasi Bandara Husein merupakan harapan yang telah lama dinantikan para pedagang.

Advertisement
Scroll untuk terus membaca

Menurut dia, keberadaan Bandara Husein selama ini menjadi pintu masuk utama wisatawan mancanegara, terutama dari Malaysia, Singapura, dan Brunei, yang dikenal memiliki daya beli tinggi.

“Alhamdulillah perjuangan ini akhirnya membuahkan hasil. Kami mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Bandung yang telah mendorong reaktivasi Bandara Husein dan Presiden Prabowo yang telah memutuskan untuk mereaktivasi Bandara Husein. Ini menjadi harapan baru bagi kebangkitan ekonomi Bandung,” kata Iwan, Rabu (22/7/2026).

Ia mengungkapkan, sebelum operasional Bandara Husein dihentikan, sekitar 30 persen wisatawan yang datang ke Bandung melalui jalur udara masuk melalui bandara tersebut. Kehadiran mereka, kata dia, menjadi penggerak aktivitas ekonomi di Pasar Baru sekaligus memberikan dampak positif bagi sektor perdagangan, perhotelan, kuliner, hingga industri kreatif di Kota Bandung.

Menurut Iwan, Pasar Baru selama ini menjadi salah satu destinasi utama wisatawan asal Malaysia. Bahkan, banyak di antaranya datang ke Bandung dengan tujuan utama berbelanja.

Berita Terkait:  Tinjau Pasar Baru Bekasi, Tri Targetkan Pembenahan Rampung Dua Pekan

“Orang Malaysia datang ke Bandung karena Pasar Baru. Mereka mencari busana muslim, mukena, batik hingga berbagai cendera mata. Potensi belanjanya sangat besar,” ujarnya.

Setelah Bandara Husein berhenti melayani penerbangan komersial, wisatawan asing masih datang melalui Jakarta. Namun, jumlahnya menurun karena perjalanan menuju Bandung menjadi lebih panjang dan kurang efisien.

Karena itu, HP2B mulai melakukan berbagai persiapan menyambut kembali beroperasinya Bandara Husein. Di antaranya meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat keamanan dan kenyamanan kawasan, serta mendorong pedagang menyediakan produk yang berkualitas, mengikuti tren, dan tetap kompetitif dari sisi harga.

“Kami ingin wisatawan datang merasa nyaman dan puas. Ketika kembali ke negaranya, mereka akan menceritakan pengalaman positif berbelanja di Pasar Baru sehingga semakin banyak yang datang ke Bandung,” ujar Iwan.

Selain pembenahan di kawasan Pasar Baru, ia berharap Pemerintah Kota Bandung memperkuat penataan kawasan perdagangan melalui konsep pengembangan kawasan ekonomi Pasar Baru agar mampu menjadi pusat belanja yang semakin berdaya saing.

“Kalau Pasar Baru ramai, dampaknya bukan hanya dirasakan pedagang di sini, tetapi juga sentra-sentra produksi di Jawa Barat seperti bordir, busana muslim, konveksi, tas hingga sepatu. Efek ekonominya sangat besar,” katanya.

Berita Terkait:  Ini Rute dan Enam Maskapai yang Akan Terbang di Bandara Husein Sastranegara

Optimisme serupa disampaikan Alfetra, pedagang suvenir di Pasar Baru. Ia mengaku penutupan Bandara Husein berdampak langsung terhadap jumlah wisatawan asing yang datang ke tokonya.

“Dulu luar biasa ramainya. Wisatawan dari Malaysia, Singapura dan Brunei datang setiap hari. Setelah bandara ditutup, kunjungan langsung turun karena mereka lebih memilih terbang ke Jakarta,” ujarnya.

Meski demikian, Alfetra tetap berupaya mempertahankan usahanya dengan menghadirkan produk-produk kreatif yang tidak mudah ditemukan melalui penjualan daring. Salah satunya suvenir dan perlengkapan pernikahan yang banyak diminati pelanggan asal Malaysia.

“Banyak pelanggan dari Malaysia datang langsung ke toko, memilih barang, memberikan uang muka, lalu kami produksi sesuai pesanan. Mudah-mudahan dengan Bandara Husein aktif lagi pasar ekspor kami semakin berkembang,” katanya.

Sementara itu, pedagang daster, Maya, berharap kemudahan akses penerbangan ke Bandung dapat kembali meningkatkan jumlah wisatawan sekaligus mendongkrak penjualan.

“Harapannya tentu pengunjung makin ramai dan omzet meningkat. Daster Bandung selama ini cukup diminati sebagai oleh-oleh karena harganya terjangkau dan kualitasnya bagus,” ujar Maya.

Mengantisipasi meningkatnya permintaan menjelang akhir tahun dan musim liburan, ia mulai menambah stok barang serta memperbanyak tenaga jahit.

“Kami tidak membedakan harga untuk wisatawan asing maupun lokal. Yang penting mereka puas dan mau kembali lagi ke Bandung,” harapnya. (sp/ky)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca