Suarapena.com, TANGERANG – Brand wastra asal Kota Tangerang, Dewi Sambi, menjadi salah satu peserta yang menarik perhatian pengunjung dalam Pameran Wastra dan Kriya Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) se-Indonesia yang berlangsung di Trans Studio Mall, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada 9–12 Juli 2026.
Booth Dewi Sambi dipadati pengunjung yang tertarik melihat koleksi wastra dengan perpaduan motif batik khas Banten dan tenun yang dikemas dalam desain modern, elegan, serta siap dikenakan (ready to wear).
Owner Dewi Sambi, Uthie Minitiarto, mengatakan ciri khas tersebut menjadi keunggulan produknya sehingga mampu diterima berbagai kalangan, termasuk pejabat dan masyarakat umum.
“Kami memang memiliki karakter wastra yang khas dengan memadukan tenun dan batik menjadi pakaian ready to wear yang diterima pasar. Jadi banyak pejabat maupun pengunjung umum yang sengaja datang ke Dewi Sambi untuk mencari pakaian resmi dengan kualitas yang terjamin,” ujar Uthie, Minggu (12/7/2026).
Menurut dia, selama pameran berlangsung, respons pengunjung terhadap koleksi Dewi Sambi cukup positif. Ketertarikan tidak hanya datang dari motif dan desain, tetapi juga kualitas material yang digunakan dalam setiap produk.
Bahkan, sejumlah pengunjung dari berbagai daerah langsung membeli koleksi terbaru yang baru diluncurkan oleh Dewi Sambi.
Uthie mengatakan, keikutsertaan dalam pameran nasional menjadi salah satu upaya memperkenalkan wastra Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas, sekaligus menunjukkan bahwa kain tradisional dapat dikembangkan menjadi busana yang modern dan memiliki daya saing.
“Kami sudah sering mengikuti pameran nasional untuk menunjukkan bahwa wastra Indonesia tidak selalu identik dengan kesan tradisional. Wastra juga bisa tampil modern, elegan, dan memiliki nilai jual yang tinggi. Selama pameran ini banyak pengunjung yang bertanya, tertarik, bahkan langsung memesan koleksi kami,” katanya.
Selain menjadi ajang promosi, Dewi Sambi juga menargetkan peningkatan penjualan pada pameran tahun ini. Pada penyelenggaraan sebelumnya, brand tersebut mencatat omzet lebih dari Rp 100 juta.
“Kami berharap tahun ini hasilnya bisa melampaui capaian sebelumnya. Namun, yang lebih penting adalah bagaimana kami terus memperkenalkan wastra Indonesia agar semakin dikenal, bahkan hingga pasar internasional,” ujar Uthie.
Pameran Wastra dan Kriya Dekranasda se-Indonesia di Makassar diikuti pelaku usaha kriya dan wastra dari berbagai provinsi. Kegiatan tersebut menjadi wadah promosi produk unggulan daerah sekaligus memperluas jejaring pemasaran bagi pelaku UMKM di sektor kerajinan dan fesyen. (sp/pr)










