Suarapena.com, TANGERANG – Kota Tangerang memiliki banyak pilihan objek wisata yang menarik dan beragam. Salah satunya adalah taman tematik, yang jumlahnya mencapai 31 buah, tersebar di 13 kecamatan.
Taman tematik ini memiliki tema dan konsep yang berbeda-beda, seperti Taman Gajah, Hutan Kota, Taman Potret, Taman Elektrik, Taman Pisang, Taman Prestasi, dan masih banyak lagi.
Taman tematik ini tidak hanya menjadi hiasan kota, tetapi juga menjadi tempat favorit warga Kota Tangerang dan sekitarnya untuk mengisi waktu luang dan liburan.
Taman tematik ini menawarkan suasana yang asri, sejuk, dan nyaman, yang cocok untuk melakukan aktivitas healing, yaitu penyembuhan jiwa dan pikiran di tengah kesibukan dan kebisingan kota.
Banyak manfaat yang bisa didapatkan dari berwisata ke taman tematik, seperti meningkatkan kesehatan mental dan emosional, mengurangi stres, menambah kebahagiaan, dan mempererat hubungan keluarga.
Taman tematik juga menjadi pilihan yang hemat, karena tidak memerlukan biaya yang besar untuk menikmatinya.
Pemkot Tangerang mendapat apresiasi dari masyarakat atas pembangunan taman tematik sebagai fasilitas publik yang bermanfaat.
Taman tematik ini juga menjadi salah satu daya tarik Kota Tangerang bagi wisatawan dari luar kota.
Rudi Ahim, salah satu pengunjung Taman Gajah, mengatakan bahwa ia dan keluarganya sering mengunjungi taman tematik di Kota Tangerang, karena selalu ada hal baru dan menarik yang bisa dilihat dan dilakukan.
Ia merasa senang dan bersyukur bisa menikmati taman tematik yang indah dan terawat.
“Taman tematik Kota Tangerang itu wisata sederhana yang bikin hati bahagia. Hal ini sudah cukup buat kami warga Kota Tangerang. Makanya, saya mah berterima kasih banget sama Pemkot Tangerang, sudah membuat fasilitas publik yang memang dibutuhkan kami para warganya,” ujar Rudi.
Kepala Disbudpar, Rizal Ridolloh, mengatakan bahwa taman tematik di Kota Tangerang selalu ramai dikunjungi oleh warga Kota Tangerang maupun luar Kota Tangerang.
Meskipun sempat tutup karena pandemi Covid-19, kunjungan taman tematik terus meningkat, dari sekitar 100 pengunjung di awal tahun menjadi 500 pengunjung bahkan lebih setiap harinya.
“Taman dengan kunjungan paling tinggi adalah Taman Gajah Tunggal, Taman Potret, Hutan Kota, Taman Elektrik, dan Eco Park. Di akhir pekan, lima taman ini bisa mencapai 750 pengunjung bahkan ribuan seperti Taman Elektrik yang juga menjadi pusat kuliner,” jelas Rizal.
Ia menambahkan bahwa taman tematik hingga saat ini bertahan menjadi destinasi wisata utama masyarakat, karena memiliki area yang cukup nyaman, aksesibilitas mudah, dan pastinya ramah anak.
Taman tematik juga menjadi sarana edukasi dan rekreasi yang menyenangkan bagi anak-anak. (sp/pr)










