Suarapena.com, SEMARANG – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana baru-baru ini melantik tiga Pj bupati di Grhadhika Bhakti Praja pada Minggu (24/9/2023) kemarin. Mereka adalah Bergas Catursasi Penanggungan (Pj Bupati Kudus), Hary Agung Prabowo (Pj Bupati Temanggung), dan Hanung Cahyo Saputro (Pj Bupati Banyumas).
Nana menekankan agar para Pj bupati tidak hanya melanjutkan program bupati sebelumnya, tetapi juga menciptakan inovasi dan karya nyata. Ia menginginkan pelayanan kepada masyarakat yang optimal, cepat, mudah, dan murah.
“Inovasi harus ada, jangan jalan ditempat, apalagi mundur. Kita juga harus terus melangkah. Jadi saya harapkan wujudkan kerja keras, berdedikasi, integritas, dan tanggung jawab,” ujar Nana, Senin (25/9/2023).
Selain itu, Nana juga meminta para Pj bupati menyelesaikan sejumlah permasalahan yang mendesak di daerahnya. Di antaranya adalah penurunan angka kemiskinan, penuntasan stunting, pengangguran, pendidikan, serta persiapan menghadapi perubahan iklim dan kondisi kekeringan el-nino.
“PR (pekerjaan rumah) yang saya minta ke penjabat adalah penurunan angka kemiskinan, penuntasan stunting, pengangguran, pendidikan, yang terutama pilkada. Tahun ini masuki tahun politik, tingkatkan situasi kondusif dan soliditas,” paparnya.
Terakhir, Nana juga berpesan agar para Pj bupati meningkatkan investasi di daerahnya untuk memperbaiki perekonomian masyarakat kecil, mengurangi pengangguran, dan menambah lapangan kerja.
Sementara itu, ketiga Pj bupati mengaku siap menjalankan tugas yang diamanahkan kepadanya. Mereka berjanji akan bekerja sama dengan Forkopimda di daerahnya untuk mewujudkan visi dan misi Pj gubernur.
“Intinya diarahkan untuk menyukseskan Pemilu tahun depan, jaga pelaksanaannya (kondusif) kegiatan berkaitan pembangunan strategis nasional seperti penuntasan kemiskinan ekstrem, itu tetap akan kita laksanakan,” kata Bergas.
“Harapannya kemiskinan di 2024 bisa menurun, juga stunting dan di tahun dekati Pemilu, kita dengan seluruh Forkopimda Temanggung bersinergi untuk pemilu yang sukses,” ujar Hary.
“Masalah kemiskinan di Kabupaten, terutama di Banyumas, satu diantara yang harus diselesaikan, dengan delapan parameter seperti RTLH, jamban, anak putus sekolah. Dan Juga ada penuntasan stunting. Ini ditarget setiap tiga bulan sampai setahun ke depan akan dinilai kinerjanya,” ungkap Hanung. (r5/sp)










