Suarapena.com, JAKARTA – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) membatasi jumlah pengunjung saat perayaan malam Tahun Baru.
Meski TMII mampu menampung 100 ribu orang, namun jumlah pengunjung malam Tahun Baru tetap harus dibatasi.
Direktur Utama PT Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko Edy Setijono mengatakan, kebijakan ini diberlakukan untuk mencegah sesuatu hal yang tidak diinginkan. Lantaran itu, pihaknya membatasi jumlah pengunjung.
“Pembelian tiket dilakukan secara online. Malam tahun baru harga tiketnya Rp50 ribu. Kita akan buka selama 24 jam. Karena itu pengunjung kita batasi maksimal 60.000 orang,” ujar Edy dalam keterangan tertulis, Jumat (30/12/2022).
Edy mengaku akan menutup pembelian tiket online jika kondisi di dalam TMII sudah penuh atau terjadi penumpukan. Terkait kendaraan pengunjung, ia menyebut pada saat malam tahun baru dilarang berkeliling di area TMII. Kendaraan pengunjung diharuskan parkir di kantong parkir yang telah disediakan.
Untuk di dalam area TMII, kantong parkir disiapkan di bekas kolam renang Snowbay dengan kapasitas 559 lot mobil, 300 lot sepeda motor, dan 28 lot sepeda.
Disediakan pula parkir alternatif di beberapa lokasi seperti di area Tugu Api Pancasila dengan kapasitas parkir mobil sebanyak 159 lot. Lalu parkir mobil di belakang Tambur sebanyak 400 lot, parkir mobil di PP IPTEK sebanyak 400 lot, parkir mobil di area Tionghoa sebanyak 150 lot, dan lokasi parkir cadangan untuk menampung kendaraan jika terjadi lonjakan pengunjung.
Sementara di luar kawasan TMII laniut Edy, disiapkan juga kantong parkir dari hasil kerja sama dengan pihak eksternal seperti Padepokan Pencak Silat, Green Terace, Museum Purna Bhakti Pertiwi, Masjid At Tien dan sejumlah titik lainnya.
Tak hanya kantong parkir, pihaknya juga menyiapkan tenaga kesehatan, ambulans dan tenda medis yang ditempatkan di sejumlah titik.
Petugas pemadam kebakaran juga disiagakan di sejumlah titik seperti di eks BNI Plaza Utara, depan Anjungan Maluku, depan anjungan Sulawesi Utara depan PP IPTEK, depan Plaza Kayu Gede dan depan Plaza Keong Mas.
Sementara toilet portabel disediakan di Parkir Plaza Utara, depan anjungan Sumatera Utara, depan anjungan Maluku, depan PP IPTEK, depan Istana Anak dan depan Plaza Keong Mas.
“Jika bisa, pengunjung kita imbau untuk menggunakan angkutan umum ya, karena sudah ada bus Transjakarta yang sampai ke TMII,” tuturnya.
Direktur Eksekutif TMII Emilia Eny Utari menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengamankan kegiatan tersebut.
Sebanyak 475 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur dan keamanan internal TMII diterjunkan.
Guna menghindari terjadinya penumpukan pengunjung saat pesta kembang api dalam merayakan pergantian tahun, ia menyebut akan membagi tiga titik lokasi.
“Agar tidak terjadi penumpukan pengunjung, pesta kembang api kita bagi tiga titik, diantaranya di Danau Archipelago TMII, Plaza Gajah Mada dan Museum KTT Non Blok,” ucap Emilia.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif (Parekraf) DKI Jakarta Andhika Permata menyampaikan, TMII dan Pemprov DKI Jakarta nantinya akan menyuguhkan atraksi budaya dukungan dari anjungan daerah, musisi jalanan, musik legenda Koes Ploes, Angklung Panglak, Calung, Sisingaan, Banyumasan, Barong Blora, musik gedang kempul dan sebagainya.
Ada juga penampilan kombinasi kontemporer dari grup band Mocca, The Bagindas, Fourtwnty, Xstar Band dan Ucupop hingga Silat Cingkrik.
“Silat Cingkrik kita suguhkan karena salah satu warisan budaya Betawi. Seni bela diri silat cingkrik ini ditampilkan kombinasi dengan Rebana Biang yang juga merupakan salah satu budaya khas Betawi,” pungkasnya. (Sp/Pr)










