Scroll untuk baca artikel

Ekbis

Transformasi Digital Dinilai Berikan Multiplier Effect Bagi Ekonomi Nasional

×

Transformasi Digital Dinilai Berikan Multiplier Effect Bagi Ekonomi Nasional

Sebarkan artikel ini
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita

SUARAPENA.COM – Transformasi digital dinilai membawa dampak positif terhadap peningkatan investasi dan produktivitas di sektor industri.

Salah satunya ialah Industri makanan dan minuman yang mendapat prioritas pengembangan untuk menerapkan teknologi industri 4.0.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Berdasarkan peta jalan Making Indonesia, industri makanan dan minuman adalah satu dari tujuh sektor yang diakselerasi untuk mengadopsi teknologi industri 4.0.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut industri 4.0 memberikan multiplier effect bagi perekonomian nasional. Apalagi, kata dia, dapat juga mendukung dan mempermudah aktivitas industri pada saat kondisi pandemi seperti sekarang ini.

“Kita berharap langkah strategis ini dapat mendongkrak kinerja sektor unggulan seperti itu,” ujar Agus di Jakarta, Senin (19/4/2021).

Selama periode 2015-2019, Kemenperin mencatat kinerja industri makanan dan minuman rata-rata tumbuh 8,16 persen atau diatas rata-rata pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sebesar 4,69 persen.

Berita Terkait:  Jokowi Dorong BUM Desa Pacu Usaha Baru Masyarakat

Sepanjang triwulan IV tahun 2020, terjadi kontraksi pertumbuhan industri nonmigas sebesar 2,52 persen. Meski demikian, industri makanan dan minuman masih mampu tumbuh positif sebesar 1,58 persen pada tahun 2020.

“Pada periode Januari-Desember 2020, total nilai ekspor industri makanan dan minuman mencapai USD31,17 miliar atau menyumbang 23,78 persen terhadap ekspor industri pengolahan nonmigas sebesar USD131,05 miliar.

Artinya, Industri makanan dan minuman juga mempunyai peranan yang penting dalam kontribusi ekspor industri pengolahan nonmigas,” jelas Agus.

Sementara, Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Abdul Rochim. Saat ini dirinya terus mendorong perusahaan yang belum melesat untuk segera bertransformasi menjadi industri 4.0.

Dirinya juga sangat menyambut baik PT. Tirta Fresindo Jaya yang atas inisiasinya untuk melakukan transformasi industri 4.0.

“Kami berharap Mayora grup dapat terus bertransformasi memimpin sektor industri makanan dan minuman.

Berita Terkait:  Merdeka Harus Nyata!

Kami ingin perusahaan ini dapat menjadi lighthouse nasional untuk mendorong transformasi digital perusahaan industri nasional yang lebih baik,” harapnya.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Doddy Rahadi mengaku terus aktif mendorong para pelaku industri di Indonesia untuk bermitra bersama pemerintah dalam upaya transformasi menuju industri 4.0.

Ia mengatakan, BSKJI bersama 24 satuan kerja layanan teknisnya yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia siap untuk mendampingi perusahaan dalam menjalankan transformasi industri 4.0 mulai dari asesmen, konsultansi hingga sertifikasi.

“Dengan adanya perubahan dunia pasca-pandemi Covid-19 ini, kita dapat berperan dalam mendorong transformasi ekonomi melalui Making Indonesia 4.0. 

Hal ini sejalan dengan program Indonesia tumbuh, dimana peran teknologi informasi menjadi sangat penting di samping upaya percepatan perizinan, penyederhanaan birokrasi serta reformasi regulasi,” ungkap dia. (Bo)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca