SUARAPENA.COM – Menumbuhkan budaya literasi dalam lingkup keluarga merupakan bekal untuk mewujudkan kemajuan bangsa.
Dalam talkshow bertajuk ‘Peran Kartini Masa Kini dalam Meningkatkan Budaya Literasi’, Ketua DPR RI Puan Maharani menyebut kemampuan literasi merupakan kemampuan mendasar yang dapat menjadi pijakan bagi seseorang untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi dirinya maupun banyak orang.
Terlebih lagi, kemampuan literasi seperti menulis serta mengolah dan memahami informasi juga dapat membuat seseorang bisa menyerap begitu banyak ilmu pengetahuan.
“Jika R.A. Kartini tidak memiliki kemampuan literasi, maka tidak akan ada buku ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ yang isinya sudah menginspirasi banyak Kartini-Kartini lintas generasi hingga masa kini,” ujar perempuan pertama yang menjadi Ketua DPR RI di Jakarta, Selasa (20/4/2021).
Peran aktif perempuan Indonesia kata Puan sangat lah menentukan. Pasalnya, Ia menilai ruang lingkup dalam keluarga merupakan unit masyarakat yang terkecil tetapi berperan besar dalam kemajuan sebuah bangsa.
Menurutnya, keluarga juga merupakan titik awal kehidupan seseorang dimulai. Dan disitulah peran perempuan sangat besar dalam keluarga.
“Tentunya kita ingin setiap anak Indonesia memiliki titik awal kehidupan yang baik. Nilai-nilai yang ditanamkan di dalam keluarga adalah nilai-nilai yang akan turut membimbing hidup seseorang sepanjang hidupnya,” ungkap Puan.
Puan pun membayangkan apabila budaya literasi dalam keluarga bisa ditanamkan oleh seluruh perempuan yang ada di Indonesia. Hal itu pasti akan menjadi pribadi yang kuat akan literasi.
Namun, Puan menyadari bahwa usaha meningkatkan budaya literasi bukanlah tugas yang mudah. Apalagi, kata dia, banyak ibu yang memiliki dua peran (sebagai ibu rumah tangga sekaligus bekerja).
Meskipun demikian, Puan yakin bahwa perempuan Indonesia pasti kreatif, banyak ide, dan bisa menemukan cara-cara untuk meningkatkan budaya literasi ditingkat keluarga maupun di lingkungan sosial terdekat lainnya.
“Taruh persoalan berat di hadapan perempuan Indonesia, maka insya allah perempuan bisa menemukan solusinya,” pungkasnya. (Bo)







