Scroll untuk baca artikel
NewsPemerintahan

Abu Vulkanik Menyebar ke Tiga Wilayah, Menkes Imbau Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

×

Abu Vulkanik Menyebar ke Tiga Wilayah, Menkes Imbau Kurangi Aktivitas di Luar Rumah

Sebarkan artikel ini
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebar ke Banten, Jakarta dan Jabar, Menkes minta masyarakat kurangi aktivitas di luar rumah.
Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau menyebar ke Banten, Jakarta dan Jabar, Menkes minta masyarakat kurangi aktivitas di luar rumah.

Suarapena.com, JAKARTA – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat di wilayah yang terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

Imbauan itu disampaikan menyusul erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung. Gunung tersebut kini berstatus Siaga atau Level III, dengan aktivitas erupsi dilaporkan terjadi terus-menerus sejak Jumat (4/9/2026).

Advertisement
Scroll untuk terus membaca

Abu vulkanik yang terbawa embusan angin telah menyebar ke sejumlah wilayah, termasuk Banten, DKI Jakarta, hingga Jawa Barat.

Menkes Budi mengatakan, paparan abu vulkanik dalam intensitas tinggi dapat menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan. Di antaranya adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, dan gangguan pada kulit.

“Kalau tidak ada kegiatan mendesak, usahakan tetap di dalam rumah. Namun, jika harus keluar, pastikan selalu menggunakan masker dan kacamata,” kata Budi dalam konferensi pers Situasi dan Kondisi Pascaerupsi Gunung Anak Krakatau secara daring, Minggu (6/9/2026).

Budi mengingatkan, tidak semua orang memiliki tingkat kerentanan yang sama terhadap paparan abu vulkanik.

Kelompok anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan dan kardiovaskular kronis menjadi kelompok yang paling berisiko mengalami gangguan kesehatan.

Berita Terkait:  Erupsi Anak Krakatau Berdampak ke Penerbangan, Empat Bandara Ditutup Sementara

Karena itu, masyarakat di wilayah terdampak diminta mengurangi paparan langsung dengan tetap berada di dalam rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak.

Sementara bagi warga yang terpaksa harus beraktivitas di luar rumah, penggunaan masker dan pelindung mata menjadi hal yang penting.

Menkes juga mengingatkan masyarakat mengenai penanganan apabila abu vulkanik masuk ke mata.

Warga diminta tidak mengucek mata karena tindakan tersebut justru berpotensi memperparah iritasi.

“Kalau debu sudah masuk ke mata, jangan dikucek. Bersihkan dengan air dan bila perlu gunakan obat tetes mata. Semua puskesmas sudah kita siapkan untuk menangani kondisi tersebut,” ujar Budi.

Selain itu, warga yang baru saja beraktivitas di luar rumah dianjurkan segera membersihkan tubuh dan pakaian.

Langkah tersebut perlu dilakukan karena partikel abu vulkanik memiliki sifat tajam sehingga dapat menyebabkan iritasi pada kulit maupun bagian tubuh lainnya.

Mengantisipasi kemungkinan meningkatnya gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengaktifkan Health Emergency Operating Center (HEOC) di tingkat pusat hingga kabupaten/kota terdampak.

Dinas Kesehatan di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat juga telah diinstruksikan menyiagakan puskesmas dan rumah sakit untuk beroperasi selama 24 jam.

Berita Terkait:  Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Menyebar hingga Bengkulu

Kesiapsiagaan tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat segera memperoleh pelayanan medis apabila mengalami gangguan kesehatan selama erupsi berlangsung.

Kemenkes juga memastikan distribusi logistik medis ke wilayah terdampak tetap berjalan.

Logistik yang disiapkan meliputi masker medis dan N95, tabung oksigen beserta konsentrator, nebulizer, obat-obatan untuk penanganan ISPA, serta obat tetes dan salep untuk gangguan pada mata dan kulit.

Di sisi lain, Kemenkes terus melakukan koordinasi lintas sektor untuk memantau perkembangan situasi.

Koordinasi dilakukan bersama BNPB, BMKG, dan PVMBG, terutama untuk memperbarui informasi mengenai arah dan sebaran abu vulkanik serta memastikan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan di wilayah terdampak.

Budi juga meminta masyarakat tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi.

Ia mengimbau warga hanya mengandalkan informasi resmi pemerintah selama kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung.

“Sekali lagi, jangan panik. Tetap di rumah apabila tidak ada keperluan untuk keluar, gunakan masker dan lindungi mata. Jika mengalami keluhan, segera datang ke puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” kata Budi. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca