Suarapena.com, BEKASI – Akses permodalan, keterbatasan pemasaran, hingga kebutuhan peningkatan keterampilan menjadi sejumlah aspirasi anggota koperasi di wilayah Jatiranggon, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi. Persoalan tersebut mengemuka saat Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ii Marlina, menggelar Reses III Tahun 2026, Jumat (9/10/2026).
Aspirasi tersebut menyoroti pentingnya dukungan yang lebih konkret bagi anggota koperasi agar mampu mengembangkan usaha, memperluas jangkauan pasar, dan meningkatkan pendapatan keluarga.
Dalam pertemuan itu, anggota koperasi tidak hanya menyampaikan kebutuhan terkait pengembangan usaha, tetapi juga menyoroti pentingnya pelatihan keterampilan sebagai bekal untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing pelaku usaha.
Ii Marlina mengatakan, pembangunan yang telah direalisasikan pemerintah perlu dijaga dan dimanfaatkan secara optimal. Namun, menurutnya, pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan masyarakat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Pembangunan yang sudah ada harus kita jaga bersama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang. Di sisi lain, kemampuan masyarakat juga perlu terus ditingkatkan, termasuk anggota koperasi,” ujar Ii Marlina.
Ia menilai, koperasi memiliki peran penting dalam memperkuat perekonomian keluarga. Keberadaan koperasi diharapkan tidak sebatas menjadi wadah berhimpun, tetapi juga mampu mendorong anggotanya mengembangkan usaha secara produktif dan mandiri.
Untuk mewujudkan hal tersebut, dukungan terhadap anggota koperasi perlu menyentuh kebutuhan mendasar dalam menjalankan usaha. Selain akses permodalan, pelaku usaha membutuhkan keterampilan yang relevan, pendampingan, serta akses pemasaran yang memungkinkan produk mereka menjangkau konsumen lebih luas.
Menurut Ii Marlina, pelatihan menjadi salah satu upaya yang perlu diperhatikan agar anggota koperasi dapat meningkatkan kemampuan dalam mengelola dan mengembangkan usaha. Keterampilan baru juga dapat membuka peluang usaha tambahan yang berpotensi meningkatkan penghasilan rumah tangga.
“Yang kita harapkan, anggota koperasi bukan hanya bisa menjalankan usaha, tetapi juga semakin terampil dan mampu mengembangkannya. Kalau usahanya berkembang, tentu kita berharap pendapatan keluarga juga ikut meningkat,” katanya.
Aspirasi mengenai permodalan dan pemasaran menjadi perhatian karena pengembangan usaha tidak hanya bergantung pada kemampuan menghasilkan produk. Pelaku usaha juga membutuhkan dukungan agar dapat mengelola bisnis dengan lebih baik dan menjangkau pasar yang lebih luas.
Dalam konteks pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan koperasi dapat diarahkan pada peningkatan kapasitas anggota, pengembangan jaringan pemasaran, dan kemudahan akses terhadap dukungan usaha yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Ii Marlina berharap, aspirasi yang dihimpun dalam Reses III Tahun 2026 tersebut dapat menjadi bahan perjuangan untuk mendorong pemberdayaan anggota koperasi, khususnya di wilayah Jatiranggon.
Ia menegaskan, koperasi diharapkan mampu menjadi ruang bagi anggotanya untuk terus bertumbuh, meningkatkan produktivitas, dan memperbaiki kesejahteraan keluarga.
“Harapannya, koperasi tidak hanya menjadi tempat berhimpun, tetapi juga bisa menjadi wadah bagi anggotanya untuk terus berkembang, meningkatkan usaha, dan memperbaiki kesejahteraan keluarga. Mudah-mudahan aspirasi yang disampaikan ini bisa kita perjuangkan bersama,” pungkasnya. (sp/wb)







