Dengan dikoordinasikan seperti ini, kata sekda, perjalanan bisa aman, dan keselamatan lebih terjaga. Kegiatan tersebut juga membantu masyarakat Jateng yang merantau dengan keterbatasan biaya.
“Mereka merasa terbantu. Kalau enggak ada (fasilitas mudik gratis) ini, tidak pulang. Ini kontribusi kita kepada warga Jateng yang merantau,” ucapnya.
Pihaknya berpesan kepada masyarakat Jateng yang balik menggunakan sepeda motor, untuk lebih berhati-hati.
Apalagi, bagi mereka yang berboncengan lebih dari dua orang. Sumarno mengimbau, ke depan mereka bisa mengikuti program mudik gratis membawa sepeda motor menggunakan kapal laut
Peserta mudik gratis arus balik, Desa Tangkil, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Supi, mengatakan, akan kembali ke Bandung. Dia menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.
“Salah satunya membantu soal materi, karena kalau naik bus pasti kenaikannya (harga tiket bus) sangat banyak. Betul-betul sangat membantu. Kalau naik bus normal, satu keluarga sekitar empat orang, habisnya Rp1,5 juta. Bolak-balik habis Rp3 juta,” kata dia, ditemui menjelang pemberangkatan bus gratis di Donohudan.










