Scroll untuk baca artikel

NewsSuara Jateng

Ngopi Bareng Petani, Jadi Cara Luthfi Serap Aspirasi, Janjikan Bantuan Rp 4,1 Miliar

×

Ngopi Bareng Petani, Jadi Cara Luthfi Serap Aspirasi, Janjikan Bantuan Rp 4,1 Miliar

Sebarkan artikel ini
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat ngopi bareng petani di Karanganyar sambil serap aspirasi dan janjikan bantuan Rp 4,1 miliar yang akan turun pada bulan Juni 2026.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat ngopi bareng petani di Karanganyar sambil serap aspirasi dan janjikan bantuan Rp 4,1 miliar yang akan turun pada bulan Juni 2026.

Suarapena.com, KARANGANYAR – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memilih cara berbeda dalam menyerap aspirasi masyarakat. Ia berdialog langsung dengan para petani sambil ngopi di warung saat meninjau Embung Alastuwo, Desa Wonolepo, Kecamatan Tasikmadu, Kabupaten Karanganyar, Rabu (8/4/2026).

Luthfi tampak duduk bersama petani di warung sederhana sekitar lokasi embung. Didampingi Bupati Karanganyar Rober Christanto, ia berbincang santai tanpa sekat.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Ayo sekarang ngobrolnya sambil ngopi di warung, biar lebih santai,” kata Luthfi.

Menurut dia, pendekatan informal seperti itu memudahkan masyarakat menyampaikan aspirasi sekaligus mempercepat penyampaian program pemerintah.

Dalam dialog tersebut, sejumlah petani menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi. Di antaranya terkait saluran irigasi tersier dan sekunder yang belum optimal saat musim kemarau, kebutuhan sumur untuk pengairan sawah, hingga keterbatasan alat pertanian seperti traktor dan pompa.

Berita Terkait:  Rekayasa Lalu Lintas di Exit Tol Bawen Saat Mudik Lebaran 2026 Disiapkan

Selain itu, petani juga mengeluhkan gagal panen pada musim tanam pertama akibat curah hujan yang tinggi.

Menanggapi hal itu, Luthfi mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menyalurkan bantuan sekitar Rp 4,1 miliar untuk Kabupaten Karanganyar pada Juni 2026.

Bantuan tersebut meliputi perbaikan jaringan irigasi tersier, pengadaan traktor, mesin pengering padi, serta benih jagung dan tebu.

“Biar nanti distribusinya sama Bupati,” ujar dia.

Berita Terkait:  Bukan Petani Biasa di Jawa Barat, Petani Milenial Goes to Japan

Luthfi juga memastikan ketersediaan pupuk bagi petani dalam kondisi aman. Ia menambahkan, Pemprov Jawa Tengah pada 2026 memprioritaskan program swasembada pangan dengan mendorong peningkatan infrastruktur dan sarana pendukung pertanian.

“Pemprov sudah menyiapkan pompanya, tinggal nanti bapak-bapak cari sumber airnya. Kalau nanti ada puso atau gagal panen, ajukan asuransi ke kami, nanti diteruskan ke Jasindo,” kata dia.

Sementara itu, perwakilan petani dari Gapoktan Sumber Rejeki Desa Sroyo, Kecamatan Jaten, Karanganyar, Admin, mengapresiasi langkah gubernur yang dinilai dekat dengan masyarakat.

“Bagus, memperhatikan masyarakat kecil, terutama petani. Kalau petani diperhatikan, hasilnya akan optimal,” ujar dia. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca