Suarapena.com, SEMARANG – Jawa Tengah mencatatkan kinerja positif dalam Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 yang dirilis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Mayoritas kabupaten dan kota di provinsi ini masuk dalam kategori daerah maju dan memiliki daya saing di atas rata-rata nasional.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Jawa Tengah, Mohamad Arief Irwanto, mengatakan bahwa nilai daya saing provinsi Jawa Tengah mencapai 3,87, melampaui rata-rata nasional sebesar 3,50.
“Sebagian besar kabupaten/kota di Jawa Tengah memiliki nilai di atas rata-rata nasional. Bahkan, beberapa kota hampir mencapai angka 4,” ujar Arief, Senin (13/4/2026).
Sejumlah kota di Jawa Tengah tercatat memiliki skor tertinggi dalam kategori daerah maju. Kota Surakarta menempati posisi teratas dengan nilai 4,43, diikuti Kota Semarang (4,37) dan Kota Magelang (4,29).
Sementara itu, dari tingkat kabupaten, Kabupaten Semarang mencatatkan skor 4,03. Disusul Kabupaten Klaten dengan nilai 3,86, serta Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Jepara yang masing-masing memperoleh skor 3,85.
Arief menjelaskan, pengukuran IDSD dilakukan berdasarkan 12 pilar, antara lain institusi, infrastruktur, adopsi teknologi informasi dan komunikasi, serta stabilitas ekonomi makro. Selain itu, aspek kesehatan, keterampilan tenaga kerja, pasar produk, pasar tenaga kerja, sistem keuangan, ukuran pasar, dinamisme bisnis, dan kapabilitas inovasi juga menjadi indikator penilaian.
Menurut dia, sektor pasar dan tenaga kerja menjadi faktor utama yang mendorong tingginya daya saing di Jawa Tengah.
“Penyerapan tenaga kerja cukup tinggi, sementara tingkat pengangguran relatif rendah,” kata dia.
Jika dibandingkan dengan wilayah lain di Jawa-Bali, Jawa Tengah juga menunjukkan keunggulan pada komponen lingkungan pendukung dan ekosistem inovasi. Selain itu, provinsi ini memiliki nilai tinggi pada pilar institusi, ukuran pasar, dan kapabilitas inovasi.
Arief menambahkan, perkembangan kawasan industri di sejumlah daerah turut berkontribusi terhadap peningkatan daya saing. Selain menciptakan lapangan kerja, kawasan industri juga memperluas pasar dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dengan capaian tersebut, Jawa Tengah dinilai masih memiliki potensi besar untuk terus meningkatkan daya saing di tingkat nasional.
“Potensinya masih besar untuk terus berkembang,” ujarnya. (sp/pr)










