Suarapena.com, KLATEN – Membangun usaha tidak selalu harus dimulai dari kota besar. Peluang bisnis juga dapat tumbuh dari lingkungan pedesaan, seperti yang dilakukan Ilham dan Siti Namiroh, pasangan suami istri asal Dukuh Sidorejo, Desa Cawas, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Keduanya merintis usaha kuliner bernama Soto Tumuwuh dengan mengandalkan keberanian untuk memulai usaha, keinginan untuk mandiri, serta dukungan keluarga.
Soto Tumuwuh resmi beroperasi pada 10 Oktober 2026. Kehadiran usaha tersebut menjadi langkah awal Ilham dan Siti dalam mengembangkan bisnis kuliner sekaligus memperkenalkan sajian soto kepada masyarakat di lingkungan tempat tinggal mereka.
Nama Tumuwuh dipilih bukan sekadar sebagai identitas usaha. Dalam bahasa Jawa, kata tersebut berarti tumbuh atau berkembang.
Nama itu mencerminkan harapan keduanya agar usaha yang dibangun dapat terus berkembang, baik dari segi pengalaman, kualitas produk, maupun pelayanan kepada pelanggan.
Bagi Ilham dan Siti, membangun usaha juga menjadi proses untuk terus belajar. Kritik dan saran dari pelanggan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi agar Soto Tumuwuh semakin baik dari waktu ke waktu.
Dalam menjalankan usahanya, Soto Tumuwuh menghadirkan beberapa pilihan menu kuliner. Salah satu menu yang menjadi andalan adalah Soto Ayam Kampoeng.
Menu tersebut diharapkan dapat menarik minat masyarakat sekaligus menjadi pilihan kuliner bagi warga sekitar.
Meski baru memulai usaha, Ilham dan Siti menyadari bahwa membangun bisnis membutuhkan konsistensi dan kemampuan menghadapi berbagai tantangan.
Salah satu kendala yang mereka hadapi adalah membagi waktu. Pasalnya, keduanya masih memiliki aktivitas lain di luar usaha kuliner.
Saat ini, terdapat tiga bidang kegiatan yang harus dikelola, yakni pekerjaan sebagai karyawan kantor, bisnis toko daring melalui marketplace, serta usaha makanan dan minuman atau food and beverage (F&B) melalui Soto Tumuwuh.
Selain manajemen waktu, kondisi lokasi usaha juga masih membutuhkan pembenahan dan pengembangan agar dapat memberikan kenyamanan lebih bagi pelanggan.
Tantangan tersebut menjadi bagian dari proses yang harus dijalani dalam membangun usaha. Keduanya perlu mengatur operasional, menjaga pelayanan, sekaligus mengevaluasi perkembangan bisnis.
Dalam merintis Soto Tumuwuh, Ilham dan Siti mendapatkan dukungan dari orang tua. Dukungan keluarga tersebut menjadi salah satu faktor yang menguatkan langkah mereka untuk memulai usaha.
Ilham berharap Soto Tumuwuh dapat semakin dikenal masyarakat dan berkembang menjadi usaha kuliner yang memiliki pelanggan tetap.
“Kami berharap Soto Tumuwuh semakin dikenal masyarakat, memiliki banyak pelanggan, dan bisa terus berkembang. Kami juga ingin usaha ini menjadi motivasi bagi anak muda lainnya agar tidak takut mencoba berwirausaha,” ujar Ilham, Selasa (3/11/2026).
Bagi keduanya, memulai usaha dari desa merupakan salah satu cara untuk memanfaatkan peluang ekonomi yang ada di lingkungan sekitar.
Kisah Ilham dan Siti menunjukkan bahwa keterbatasan lingkungan pedesaan tidak selalu menjadi penghalang bagi generasi muda untuk membangun usaha.
Dengan keberanian memulai, kemauan untuk belajar, serta dukungan keluarga, peluang usaha dapat dikembangkan dari tempat tinggal sendiri.
Ke depan, Soto Tumuwuh diharapkan tidak hanya menjadi usaha kuliner yang terus berkembang, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. (sp/Muhammad Naufal)







