Suarapena.com, YOGYAKARTA – Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyiapkan 203 agenda pariwisata sepanjang 2027. Beragam kegiatan, mulai dari festival, seni budaya, musik, olahraga hingga pameran, akan digelar untuk menarik kunjungan wisatawan sekaligus mendorong pemerataan ekonomi di berbagai wilayah.
Ratusan kegiatan tersebut terangkum dalam Calendar of Events (CoE) Pariwisata DIY 2027 yang mengusung tema “Discover Jogja: Stay Local, Explore More, Move Further”.
Melalui kalender tersebut, Pemerintah DIY tidak hanya menargetkan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga mendorong wisatawan tinggal lebih lama dan menjelajahi lebih banyak destinasi. Dengan begitu, manfaat ekonomi dari sektor pariwisata diharapkan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan, daya tarik pariwisata Yogyakarta tidak hanya terletak pada destinasi wisata. Pengalaman berinteraksi dengan sejarah, kebudayaan, kreativitas, dan kehidupan masyarakat lokal juga menjadi kekuatan yang perlu dikembangkan.
“Kekuatan pariwisata kita terletak pada kemampuan menghadirkan pengalaman yang membuat wisatawan ingin tinggal lebih lama, menjelajah lebih jauh, dan membawa pulang kenangan yang berkesan,” ujar Ni Made, Senin (2/11/2026).
Menurut Ni Made, CoE 2027 tidak seharusnya hanya menjadi kalender promosi dan daftar kegiatan tahunan. Kalender tersebut perlu menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri pariwisata, desa wisata, pengelola homestay, komunitas budaya, hingga pelaku ekonomi kreatif.
Kolaborasi itu dinilai penting agar peningkatan aktivitas wisata turut membuka peluang usaha dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Keberhasilan pariwisata bukan hanya membuat dunia mengenal Yogyakarta, melainkan juga menjadikan masyarakatnya semakin sejahtera karena dunia datang berkunjung,” katanya.
Peluncuran CoE Pariwisata DIY 2027 dilaksanakan di Ballroom Indraprasta 3, Sahid Raya Hotel & Convention Yogyakarta, Jumat (30/10/2026) malam. Kegiatan tersebut didukung Dana Keistimewaan DIY Tahun 2026 dan melibatkan pemerintah kabupaten/kota, pelaku industri pariwisata, komunitas, seniman, serta pengelola destinasi wisata.
Kepala Dinas Pariwisata DIY Eling Priswanto menjelaskan, tema “Discover Jogja: Stay Local, Explore More, Move Further” memiliki tiga pesan utama.
Pertama, Stay Local, yakni mengajak wisatawan lebih dekat dengan kehidupan masyarakat melalui desa wisata, homestay, kuliner khas, serta tradisi dan budaya lokal.
Kedua, Explore More, yang mendorong wisatawan mengunjungi lebih banyak destinasi, termasuk kawasan wisata alternatif yang memiliki potensi untuk dikembangkan.
Ketiga, Move Further, yaitu mengajak wisatawan memperluas jangkauan perjalanan dan memperpanjang masa tinggal di Yogyakarta. Strategi ini diharapkan dapat mendorong pergerakan ekonomi pariwisata hingga ke berbagai daerah.
Dari 203 agenda yang disiapkan, kegiatan seni budaya menjadi kategori terbanyak dengan 67 agenda. Selanjutnya terdapat 64 festival, 19 kegiatan olahraga, 19 lomba dan kontes, 18 kegiatan pertemuan dan pameran atau Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), serta 16 agenda musik.
Sejumlah kegiatan yang masuk dalam kalender tersebut antara lain Labuhan Pura Pakualaman pada 15 Juni, Wayang Jogja Night Carnival #10 pada 7 Oktober, Festival Lumbung Mataraman pada 16-18 Oktober, serta Jogja International Heritage Walk pada November 2027.
Menurut Eling, penyusunan kalender kegiatan merupakan hasil kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah kabupaten/kota, pelaku industri pariwisata, komunitas, seniman, dan berbagai elemen masyarakat.
“Calendar of Events yang kami luncurkan hari ini merupakan hasil kerja bersama, kolaborasi yang melibatkan pemerintah kabupaten/kota, pemerintah daerah, pelaku industri pariwisata, komunitas, seniman, pengelola destinasi, serta berbagai elemen masyarakat yang tentunya memiliki komitmen untuk memajukan pariwisata di DIY,” kata Eling.
Selain menjadi panduan perjalanan, publikasi CoE sejak awal diharapkan memberikan kepastian informasi bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Yogyakarta. Informasi tersebut juga dapat dimanfaatkan pelaku industri pariwisata untuk mempersiapkan akomodasi, paket perjalanan, layanan, produk, dan strategi promosi.
Keberadaan berbagai agenda sepanjang tahun juga membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan produk unggulan, kuliner, kerajinan, serta layanan wisata kepada pengunjung.
Pemerintah DIY berharap, meningkatnya aktivitas pariwisata tidak hanya menguntungkan destinasi yang selama ini populer, tetapi juga memberikan dampak bagi desa wisata, UMKM, pengelola homestay, komunitas seni budaya, dan pelaku ekonomi kreatif.
Dengan demikian, 203 agenda dalam CoE Pariwisata DIY 2027 diharapkan tidak sekadar menjadi rangkaian acara tahunan. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya memperluas persebaran wisatawan dan mengoptimalkan manfaat ekonomi pariwisata bagi masyarakat Yogyakarta. (sp/fn)







