Suarapena.com, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada Minggu (12/1/2025) mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk segera menyepakati gencatan senjata di Gaza, yang sedang dibahas dalam perundingan di Doha, ibu kota Qatar.
Dalam pernyataan Gedung Putih, Biden menekankan pentingnya penghentian konflik demi pembebasan sandera dan pengiriman bantuan kemanusiaan yang lebih besar.
Biden juga menyampaikan beberapa kemajuan telah tercapai dalam upaya perundingan pemulangan sandera, dan ia berharap kesepakatan bisa tercapai sebelum masa jabatannya berakhir pada 20 Januari.
Namun, perundingan yang melibatkan Qatar, Mesir, dan AS mengalami kebuntuan akibat syarat baru yang diajukan Netanyahu.
Sementara itu, oposisi Israel dan keluarga para sandera menyalahkan Netanyahu atas keterlambatan tercapainya kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tawanan dengan Hamas.
Di sisi lain, serangan militer Israel yang terus berlangsung di Gaza telah menyebabkan lebih dari 46.500 korban jiwa sejak 7 Oktober 2023, meskipun Dewan Keamanan PBB telah mengeluarkan resolusi yang menyerukan penghentian pertempuran.
Lebih lanjut, Israel menghadapi tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan atas serangan brutal di Gaza. Mahkamah Pidana Internasional bahkan mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu dan mantan Kepala Otoritas Pertahanan Israel Yoav Gallant. Sementara itu, Mahkamah Internasional tengah menangani kasus genosida terkait perang ini. (sp/at)










