Scroll untuk baca artikel

Pendidikan

Dihadiri Anggota Dewan, Pertemuan Kepsek dan Komite Sekolah SDN Jatiluhur II Masih Buntu

×

Dihadiri Anggota Dewan, Pertemuan Kepsek dan Komite Sekolah SDN Jatiluhur II Masih Buntu

Sebarkan artikel ini

Suarapena.com, BEKASI – Pertemuan Pihak Sekolah SDN Jatiluhur II dengan Komite Sekolah bersama orang tua murid hari ini Rabu (8/11/2023) tidak menemui titik final alias buntu. Pasalnya, komite sudah tidak percaya lagi dengan kinerja maupun kebijakan kepala sekolah.

Bahkan, suasana pertemuan sempat kisruh saat seorang pria memberikan pemaparan, bahwa komite sekolah tidak berwenang mengoreksi kebijakan sekolah. Sejumlah orang tua murid yang tidak mengenal siapa pria misterius itu kemudian menyoraki orang tersebut.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Hasil dari pertemuan ini pun nihil, tidak ada kesepakatan apa pun dari kedua belah pihak. Padahal selain utusan Dinas Pendidikan dan Lurah Jatiluhur maupun perwakilan Camat Jatiasih, hadir pula Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKS turut menengahi pertemuan tersebut.

Kepala SDN Jatiluhur II, Ina Martini, saat dikonfirmasi usai pertemuan dengan puluhan orang tua murid tidak bisa berbicara banyak. Kepada Suarapena.com, menurut dia, persoalan ini masih akan dibahas dalam pertemuan selanjutnya.

Berita Terkait:  Komite Sekolah Minta Kepsek SDN Jatiluhur II Diganti, Alasannya Begini

“Masih nunggu ya, selebihnya saya tak bisa menjawab, nanti nunggu pertemuan selanjutnya,” kata Ina Martini singkat.

Sementara itu, Komite SDN Jatiluhur II, Okky Purwowati, menegaskan bahwa tuntutan finalnya adalah Dinas Pendidikan Kota Bekasi agar sesegera mungkin menggantikan kepala sekolah (Kepsek) SDN Jatiluhur II.

Ia menjelaskan, mosi tidak percaya Komite dan kurang lebih 160 orang tua murid SDN Jatiluhur II terhadap kepala sekolah terjadi lantaran kepala sekolah melakukan kebijakan melakukan pungutan pada program sekolah tanpa melibatkan musyawarah dengan pihak komite.

Poin utamanya, kata Okky, pihak sekolah dalam hal ini Kepsek melakukan kebijakannya berkaitan dengan para murid secara sepihak tanpa melibatkan komite atau orang tua murid.

Berita Terkait:  Komite Sekolah SDN Jatiluhur II Tetap Minta Kepsek Diganti, Dewan Pendidikan Kota Bekasi: Tidak Ada Hal Krusial

“Contohnya pungutan-pungutan yang di ajukan pihak sekolah ke para murid, seperti pungutan dana sosial tiap minggunya yang sudah berjalan tidak melalui rapat dengan komite,”

“Tak hanya itu mirisnya, peringatan yang mengganggu psikologis anak murid, karena penyampaian jika tidak masuk 3 kali akan dapat SP, dan penyampaian peringatan tersebut langsung ke para murid. Kenapa seperti itu bukan ke orang tua murid saja agar murid tenang tidak merasa tertekan,” keluhnya.

Okky menambahkan, kebijakan pungutan pada program sekolah yang tidak ada hubungannya dengan jalannya pembelajaran terhadap siswa juga dibebankan kepada Komite Sekolah.

“Contohnya permintaan Kepsek untuk bantuan renovasi gapura, dan permintaan pembelian baju batik untuk guru-guru,” bebernya. (*)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca