Suarapena.com, JAKARTA – Anggota Komisi VI DPR RI Rieke Diah Pitaloka menyoroti masalah data pertanian yang tidak akurat dan tidak transparan.
Ia menduga ada indikasi korupsi di sektor pendataan yang menggunakan anggaran triliunan rupiah.
“Kalau data yang dihasilkan tidak akurat, ini berarti ada korupsi di sektor pendataan. Kalau tidak begitu, saya minta buktikan di mana datanya yang menghabiskan triliunan rupiah uang rakyat?,” kata Rieke seraya bertanya dalam keterangan tertulis, Rabu (8/11/2023).
Menurut Rieke, data pertanian yang tidak akurat akan berdampak pada kebijakan lainnya, seperti soal pangan dan alokasi anggaran di sektor pangan.
Ia mengatakan data pertanian harus bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan relevan.
“Data pertanian harus akurat, aktual dan relevan. Kalau tidak, data itu hanya jadi legitimasi untuk penyalahgunaan anggaran negara di sektor pangan,” ujar politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini.
Rieke juga meminta Kementerian Pertanian untuk membuka ke publik prosedur dan mekanisme pendataan yang digunakan.
Ia berharap ada transparansi penggunaan anggaran yang sesuai dengan peruntukannya.
“Saya minta Kementan buka ke publik prosedur dan mekanismenya. Siapa yang mendata, turun kemana uang triliunan rupiah itu. Dimana ada datanya,” pungkasnya. (r5/bia)










