SUARAPENA.COM – Hujan es yang terjadi di Malang, Jawa Timur siang tadi sekitar pukul 13.00 Wib membuat warga bertanya-tanya.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan, fenomena yang terjadi pada siang hari tadi dikenal dengan nama hail.
BMKG menyebut hujan es di Malang disebabkan munculnya awan Cumulonimbus (Cb) yang terbentuk akibat pemanasan dan cuaca terik pada siang hari.
Awan Cumulonimbus yang sudah berada pada tahap matang akan mengalami pendinginan atau kondensasi ekstrem, sehingga berpotensi untuk turun dalam keadaan masih berbentuk partikel es.
Hujan es hanya berasal dari awan Cumulonimbus, namun tidak setiap awalan Cb menimbulkan hujan es.
BMKG juga menerangkan, fenomena hujan es bersifat sangat lokal dalam radius lima hingga sepuluh kilometer.
Fenomena ini juga umumnya berlangsung dalam waktu singkat, dengan kemungkinan yang kecil untuk terjadi di lokasi yang sama.
Lebih lanjut, BMKG mengatakan bahwa fenomena cuaca ekstrem semacam ini merupakan hal yang lumrah terjadi pada masa pergantian musim hingga musim hujan.
Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada pada cuaca ekstrem yang mungkin terjadi beserta dampak yang ditimbulkannya. (Sng/Bo)










