Scroll untuk baca artikel

Olahraga

Hasani Sangkal Naturalisasi Pemain Keturunan Proyek Berbiaya Besar

×

Hasani Sangkal Naturalisasi Pemain Keturunan Proyek Berbiaya Besar

Sebarkan artikel ini
Pemain keturunan Indonesia, Sandy Walsh berbaju KV Mechelen. (Instagram Sandy Walsh).
Pemain keturunan Indonesia, Sandy Walsh berbaju KV Mechelen. (Instagram Sandy Walsh).

SUARAPENA.COM – Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Hasani Abdulgani menyangkal bahwa rencana menaturalisasi empat pemain keturunan di Eropa untuk Timnas Indonesia sebagai proyek dan berbiaya besar.

“Kalau untuk agen, pasti ada bayarannya. Supir saja kami bayar. Namun, bukan berarti ini seperti proyek membayar pemain yang mau kami undang ke Indonesia. Tidak,” jelas Hasani dikutip dari Bola.com.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Hasani menjamin PSSI tidak mengeluarkan biaya sepeser pun untuk mengiming-iming Sandy Walsh, Jordi Amat, Mees Hilgers, dan Ragnar Oratmangoen agar bersedia menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Keempat pemain keturunan itu adalah permintaan dari pelatih Shin Tae-yong demi mewujudkan target dari PSSI kepada Timnas Indonesia.

Berita Terkait:  Dukung Timnas Indonesia di Piala Dunia 2026, Kemenkumham Fasilitasi Naturalisasi

“Pemainnya tidak meminta uang. Jadi yang kami bayar hanya jasa agen saja. Kan agen yang membantu kami dan bekerja untuk kami,” tutur pria yang juga menjabat Presiden Komisaris Mahaka Sports and Entertainment itu.

Hasani menggunakan perantara dalam berkomunikasi dengan Sandy Walsh, Jordi Amat, Mees Hilgers, dan Ragnar Oratmangoen. Dia berbicara dengan agen masing-masing pemain. Hasani mengakui PSSI menyiapkan dana untuk membayar para agen itu.

“Agen bertemu pemain, mengumpukan dokumen, dan mengawalnya. Pasti kami bayar. Kita di Indonesia saja mengirim barang pasti bayar kurir. Begitu,” terang Hasani.

Berita Terkait:  Indonesia Hancurkan Brunei 6-0, Jokowi Puas dengan Penampilan Timnas

“Jadi pengertian teman-teman mungkin ini adalah proyek besar. Mungkin seperti kasus seperti pemain muda asal Brasil sebelumnya. Ini bukan proyek. Ini yang mau saya klarifikasi.”

“Kami mengambil pemain keturunan yang ingin kembali ke negeri asal kakek atau neneknya. Kebetulan pemain ini juga direkomendasikan oleh pelatih kami, Shin Tae-yong.”

“Kami juga bilang waktu itu, syaratnya kalau bisa pemain ini kualitasnya di atas pemain lokal. Ini yang kami ambil. Sekadar membayar fee buat agen itu kan normal,” tutur Hasani. (sng)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca