Sayangnya, para netizen belum mampu menyaring berbagai informasi dengan nalar dan rasionalisasi yang ada. Masih sedikit netizen yang secara bijak dan cerdas menempatkan berbagai isu sebagai sumber menambah wawasan dan pengetahuan.
Hingga jejaring isu hoax akan mengalir terus dengan sendirinya karena faktor suka dan tidak suka. Yang suka akan secara masif ikut memproduksi hoax dan tidak suka juga akan membalasnya dengan hoax yang sama untuk saling klaim pembenaran.
Dampak dari perang opini yang marak itu justru membuat jagat medsos makin memanas, sesat dan saling serang kata kata yang kasar serta jorok. Secara emosional ikut mengaduk aduk kadar prilaku politik dan tidak sedikit yang langsung ikut ikutan memfitnah, mencari kambing hitam, menjelekkan dan saling membenci.
Dukung Mendukung Capres di Kalangan Pers
Wabah itu juga secara langsung menjangkiti, kalangan pers digital yang terlibat masif dukung mendukung capres pilihannya. Di grup-grup WA , para jurnalis terlibat perang kata-kata dan tidak sedikit terlarut dalam emosional personal. Disadari atau tidak hal itu tidaklah elok untuk seorang pekerja pers. Baik itu media mainstream maupun media lokal.










