Suarapena.com, PEMALANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan jalur tengah yang menghubungkan Pemalang–Purbalingga–Banyumas siap dilintasi pemudik pada Lebaran 2026. Perbaikan dan pemeliharaan jalan terus dipercepat agar arus mudik dapat berjalan lancar dan aman.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, telah menginstruksikan percepatan penanganan infrastruktur jalan provinsi. Pemerintah menargetkan seluruh ruas jalan provinsi sudah bebas dari lubang paling lambat H-7 Lebaran.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah penanganan jalan telah dilakukan sejak awal 2026. Di antaranya betonisasi di beberapa titik, termasuk pada ruas Bantarbolang, Kabupaten Pemalang.
Selain itu, pada tahun yang sama juga dilakukan pengaspalan ulang di ruas Belik, Kabupaten Pemalang, serta Bobotsari, Kabupaten Purbalingga.
Saat ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah masih melakukan penambalan pada sejumlah kerusakan ringan yang tersisa. Langkah tersebut merupakan bagian dari perawatan rutin untuk memastikan kondisi jalan tetap baik menjelang musim mudik.
Pengamat Jalan Balai Pengelolaan Jalan Wilayah Cilacap DPU PR Jawa Tengah, Iwan Daryanto, mengatakan kondisi ruas jalan Pemalang–Purbalingga–Banyumas saat ini secara umum sudah dalam keadaan baik.
“Penambalan sebenarnya merupakan perawatan rutin atas kerusakan ringan, sekaligus untuk memastikan jalan tanpa lubang saat musim mudik tahun ini,” ujar Iwan, Selasa (10/3/2026).
Ia menjelaskan, sesuai instruksi Gubernur Ahmad Luthfi, seluruh jalan provinsi harus dalam kondisi bebas lubang paling lambat H-7 Lebaran.
Menurut dia, jalur Pemalang–Purbalingga merupakan salah satu akses utama dari kawasan Pantura menuju wilayah selatan Jawa Tengah, seperti Banyumas dan Cilacap, serta menuju Purbalingga dan Banjarnegara.
“Ini jalur utama ke arah selatan seperti Banyumas–Cilacap atau Purbalingga–Banjarnegara,” kata Iwan.
Perbaikan jalan tersebut mendapat tanggapan positif dari pengguna jalan. Salah satunya Bangkit Prabowo, pengemudi truk jasa pengiriman barang yang kerap melintasi jalur tersebut.
Ia menilai kondisi jalan saat ini sudah jauh lebih baik sehingga memberikan rasa aman dan nyaman saat berkendara.
“Jalannya bagus jadi saya merasa aman dan nyaman,” kata Bangkit.
Ia menambahkan, perbaikan serta penambalan lubang yang dilakukan pemerintah juga dinilai penting untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran tahun ini.
“Bagus ada penambalan di sisa lubang. Ya, bagus juga untuk arus mudik,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Erik Gunawan, warga Kabupaten Pekalongan yang bekerja di Pemalang. Ia mengatakan ruas jalan di Bantarbolang yang dahulu rusak parah kini sudah jauh lebih baik setelah dilakukan betonisasi.
“Dulu jalan ini rusak parah, tapi sekarang sudah dibeton jadi sudah bagus,” tuturnya.
Erik menambahkan, sebelum diperbaiki jalan tersebut kerap menyebabkan kecelakaan karena banyaknya lubang. Namun saat ini pengendara tidak lagi merasa khawatir saat melintas.
“Dulu sering kecelakaan, kalau sekarang sudah bagus. Jalan lancar, aman, dan nyaman,” katanya.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menargetkan seluruh penanganan jalan provinsi rampung paling lambat H-7 Lebaran. Dengan demikian, seluruh jalur diharapkan siap mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik masyarakat pada Idulfitri 2026. (sp/pr)










