Suarapena.com, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, menegaskan pentingnya memastikan kondisi infrastruktur jalan aman dan mantap sebelum puncak arus mudik. Pernyataan ini disampaikan menyusul laporan dari sejumlah daerah mengenai ruas jalan yang masih rusak atau dalam tahap perbaikan.
“Kami berharap perbaikan oleh Kementerian PUPR dapat diselesaikan tepat waktu. Jangan sampai mendekati H-7 atau H-8 masih ada pekerjaan di jalan,” kata Huda dalam keterangannya, Jumat (6/2/2026).
Huda menilai, kemantapan jalan memiliki pengaruh besar terhadap keselamatan perjalanan selama arus mudik. Oleh karena itu, penyelesaian perbaikan jalan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.
Selain infrastruktur jalan, Komisi V DPR juga menekankan perlunya pengawasan ketat terhadap moda transportasi yang digunakan masyarakat. Hal ini dilakukan untuk mencegah kecelakaan akibat kendaraan angkutan yang beroperasi tanpa pengawasan memadai, seperti yang pernah terjadi di masa lalu.
“Kejadian seperti ini harus menjadi perhatian agar tidak terulang kembali,” ujar Huda.
Huda menyampaikan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, dan Kepolisian. Fokus koordinasi mencakup pengawasan, penegakan hukum, serta penyediaan sarana dan prasarana lalu lintas, seperti rambu-rambu dan penerangan jalan umum, khususnya di titik rawan kecelakaan.
Selain itu, Huda menyoroti pengelolaan rest area yang sering menjadi titik kemacetan. Menurutnya, kondisi rest area yang penuh memaksa pemudik melanjutkan perjalanan dalam keadaan lelah, yang berisiko meningkatkan potensi kecelakaan.
“Rest area harus berfungsi optimal. Pemudik bisa beristirahat, namun pengaturan waktu perlu diperhatikan agar sirkulasi kendaraan tetap lancar,” ujarnya. (r5/um)










