Suarapena.com, TANGERANG – Pemerintah Kota Tangerang menargetkan penurunan angka kemiskinan hingga 4,8 persen melalui integrasi berbagai program pembangunan strategis lintas sektor.
Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang, Yeti Rohaeti, mengatakan target tersebut telah ditindaklanjuti dan dimasukkan ke dalam perencanaan penanggulangan kemiskinan daerah.
Hal itu disampaikan dalam Workshop Penyusunan Rencana Penanggulangan Kemiskinan Daerah (RKPD) 2025–2029 yang dibuka langsung oleh Wali Kota Tangerang, Sachrudin.
“Kami menyusun rencana kerja tahunan untuk menjaga konsistensi tren penurunan angka kemiskinan. Pada tahun lalu, angka kemiskinan Kota Tangerang berhasil ditekan hingga 5,19 persen, terendah dalam lima tahun terakhir,” ujar Yeti di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (29/1/2026).
Menurut Yeti, Pemkot Tangerang akan melanjutkan upaya penurunan angka kemiskinan melalui sejumlah langkah strategis, antara lain peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemerataan akses pendidikan, penguatan layanan kesehatan dasar, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Selain itu, penguatan perlindungan sosial juga menjadi perhatian, terutama melalui program bantuan sosial yang selama ini telah dijalankan secara rutin bagi masyarakat kurang mampu.
“Kami fokus mendorong peningkatan pendapatan masyarakat dan penguatan ekonomi, khususnya pada sektor mikro, melalui berbagai program bantuan yang dapat dimanfaatkan oleh warga,” kata dia.
Pemkot Tangerang berharap berbagai kebijakan tersebut tidak hanya mampu menurunkan angka kemiskinan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (sp/pr)










