SUARAPENA.COM – Di tengah melambungnya harga masker di pasaran dan sebagian masyarakat di berbagai daerah masih kesulitan mencari masker, Jurnalis Bekasi yang tergabung dalam Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bekasi Raya membagikan masker secara gratis kepada pengguna jalan yang melintas. Aksi ini dilakukan di persimpangan rambu lalulintas Jalan Protokol depan Giant Bekasi, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jum’at (6/3/2020).
Pembagian masker gratis secara cuma-cuma yang dilakukan oleh IJTI Bekasi Raya tersebut adalah upaya meminimalisir potensi penyebaran virus Corona. Juga sekaligus sebagai bentuk protes atas para pelaku penimbun masker.
“Sejumlah wartawan yang tergabung dalam IJTI Bekasi Raya ini, Jumat sore membagikan masker secara gratis bagi pengguna jalan yang melintas di Jalan Raya Ahmad Yani, bekasi selatan kota Bekasi. Aksi simpatik ini dilakukan sebagai upaya pencegahan meminimalisir penyebaran virus Corona yang sudah sampai Depok,” ujar Erik Kustara.
Lanjut, Erik, “aksi ini juga dalam bentuk protes para jurnalis kepada para pelaku penimbun masker yang memanfaatkan situasi kepanikan masyarakat, sehingga menyebabkan tingginya harga jual masker,” ungkapnya.
Sedikitnya ada 600 masker yang dibagikan oleh jurnalis IJTI Bekasi Raya tersebut untuk masyarakat pengguna jalan baik itu pengendara roda dua maupun empat di Jalan Raya Ahmad Yani Bekasi Selatan.
“Sebagian warga mengaku pembagian masker ini dinilai sangat membantu di tengah kondisi harga penjualan yang masih belum stabil,” terang Erik.
Kata warga yang melintas Hasanah (36), di apotik terjual habis maskernya, dan dia bersyukur dapat masker gratis oleh jurnalis IJTI Bekasi Raya.
“Makasih banget mas dibagikan masker ini, karna memang sudah sulit mendapatkannya di toko maupun apotik, kalau pun dapat tidak banyak bahkan ada yang di cuci ulang agar bisa dipakai lagi,” ungkapnya.
Diketahui, di pasaran kota bekasi penjualan masker masih cukup tinggi mulai dari 250 sampai 300 ribu rupiah per box. Sekaligus minimnya ketersedian serta penimbunan diduga kuat menjadi pemicu harga masker kini sulit di kendalikan. (Yud)










