Suarapena.com, KARAWANG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) berkomitmen melestarikan situs-situs purbakala di kabupaten dan kota untuk kepentingan arkeologi, ilmu sejarah, maupun pariwisata.
Adapun upaya Pemprov salah satunya yang saat ini sedang dilakukan ialah memindahkan kuasa aset situs kompleks Candi Batu Jaya dari Pemda Kabupaten Karawang ke Pemprov Jabar.
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum pada peringatan Hari Purbakala Nasional ke-110 Tingkat Provinsi Jawa Barat, di Candi Blandongan, Kompleks Candi Batu Jaya, Desa Segaran, Kabupaten Karawang, belum lama ini mengatakan, dengan pengambilalihan aset itu maka Pemprov Jabar lebih leluasa mengembangkan dan melestarikan situs-situs purbakala di Batu Jaya.
“Ini tanah milik desa, dikasihkan (dulu) kepada kami,” ujar pria yang akrab disapa Uu ini.
Setelah kuasa aset dialihkan, nantinya disampaikan Uu, Pemprov akan melakukan kajian lagi untuk pengembangan selanjutnya seperti penambahan sarana dan prasarana di lokasi situs purbakala. Termasuk akses jalan menuju kompleks situs yang saat ini dirasa masih terlalu sempit sehingga tidak memadai bagi pengunjung baik ilmuwan, mahasiswa, maupun wisatawan.
Oleh sebab itu, Uu mengajak masyarakat sekitar untuk berpartisipasi, misalnya dengan mempermudah pembebasan lahan untuk keperluan candi. Sebab, jika situs purbakala Batu Jaya berkembang, maka benefit sosial ekonomi akan balik lagi ke masyarakat. “Insyaallah gayung bersambut,” ungkap Uu.
Sebelumnya, Pemprov Jabar telah memiliki kajian ilmiah candi-candi di Batu Jaya. Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana dalam kesempatannya juga melaporkan, hasil konservasinya dengan beberapa ahli sejarah menyebutkan bahwa Candi Jiwa dan Candi Blandongan yang menjadi subjek utama kompleks Candi Batu Jaya, ternyata berusia jauh lebih tua daripada Candi Borobudur di Yogyakarta.
Untuk itu, Cellica menekankan pentingnya pemeliharaan situs Batu Jaya. “Tentunya ini harus mendapat perhatian khusus,” ucap Cellica.
Terlebih, diungkapkan Cellica, saat Hari Raya Waisak, Kabupaten Karawang selalu menjadi pusat peringatan Waisak bagi umat Buddha di Jabar.
“Sudah lima tahun berturut-turut perayaan Waisak tingkat Jabar ada di Karawang,” pungkasnya. (Sp/Pr)










