Novita menjelaskan, Penyakt Jantung Koroner memiliki beberapa gejala, tetapi 30 persen di dalamnya justru tidak memiliki gejala. Gejala yang umum dirasakan adalah rasa nyeri di dada, serangan jantung, sesak nafas, maupun gangguan irama jantung.
“30 persen tidak memiliki gejala, dan gejala yang paling parah adalah kematian mendadak,” ungkap dokter berkacamata ini.
Menurutnya, pria lebih cenderung mudah untuk terkena Penyakit Jantung Koroner. Pada pria, risiko kerentanan PJK berada pada rentang usia di atas 45 tahun. Sementara untuk wanita di atas 55 tahun. Faktor risiko PJK lainnya adalah tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, merokok, diabetes, dan obesitas.
Selain lima faktor utama, faktor risiko lainnya sehingga seseorang bisa terkena PJK adalah riwayat keluarga penyakit jantung koroner pada usia muda. Satu lagi faktor risiko lainnya adalah kurangnya olahraga.
“Semakin banyak faktor risiko maka akan semakin tinggi pula kemungkinan seseorang untuk terkena Penyakit Jantung Koroner,” ungkap Novita.










