Scroll untuk baca artikel

HeadlinePena Kita

Pemuda, Bangkit Melawan atau Mati Kelaparan

×

Pemuda, Bangkit Melawan atau Mati Kelaparan

Sebarkan artikel ini

Memang pemerintah mengklaim telah terjadi penyerapan tenaga kerja sebanyak 4,45 juta selama kuartal Indonesia/2022 namun angkatan kerja baru yang masuk mencari kerja mencapai 4,2 juta, pada saat yang sama. (merdeka.com, 9/5/22). Dari penyerapan naker itu mayoritas pada pertanian, yang hampir 1,9 juta pekerja, lalu sektor pengolahan dan perdagangan, masing-masing 840 ribu dan 640 ribu. Namun, gelombang PHK yang terjadi saat ini telah menunjukkan secara total terlihat tidak terjadi pertumbuhan lapangan kerja di Indonesia.

Bagaimana dengan pemuda yang bekerja? Pada tulisan terdahulu saya, yang saya singgung di atas, saya sudah membahas temuan  “Mekari White Paper”, April 2022 yang dilansir Kompas 10/10, di mana terjadi kemerosotan daya beli karyawan sebesar 74%, 61% tidak mampu mencukupi kebutuhan sehari-hari dan 15% saja yang masih punya tabungan jika di PHK, serta uraian survei Litbang Kemenhub (kompas, 9/10) tentang penghasilan Ojek online, berkisar Rp. 50.000-Rp. 100.000  perhari yang habis dalam sehari. Mereka adalah kaum muda, yang sebesar 40,6% berusia 20-30 tahun.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Data kuantitatif ini jika kita sambungkan dengan laporan CNN Indonesia di atas, yang menggambarkan sosok-sosok pekerja muda di Jakarta, yang bertahan hidup tanpa tabungan, namun harus bertahan di Jakarta, karena tidak punya alternatif kerja dengan penghasilan lebih baik, apalagi balik ke desa, tentu lebih semakin nyata, bahwa kaum muda sudah terjebak dalam kehidupan pas-pasan.

Berita Terkait:  Jokowi: Sumpah dan Tekad 93 Tahun Lalu Masih Menggema

Kesulitan menciptakan lapangan kerja, sebenarnya juga dapat terlihat dari laporan CNN Indonesia, 27/10/22, dalam judul “Turun Naik Nasib BLK dan Asa Pemuda Mengejar Mimpi”. Berita ini menggambarkan upaya pemerintah menciptakan pelatihan berorientasi kerja. Di mana disebutkan bahwa dari anggaran yang disalurkan pemerintah pada Balai Latihan Kerja (BLK) di Bandung, Sidoarjo dan Solo masing-masing Rp. 100 milyar hanya mampu menciptakan naker terserap sebanyak 674 orang, 1.257 orang dan 1.432 orang. Sejumlah 3000 an orang pekerja dengan anggaran lebih 300 milyar pelatihan menunjukkan susahnya menciptakan “link and match” antara pencari kerja (skill and competence) dan penyedia kerja.

Berita Terkait:  UKP PIP Bakal Helat Pagelaran Seni Peringati Hari Sumpah Pemuda

Gambaran tentang buruknya nasib kaum muda sudah kita gambarkan. Kita masih melihat ini dalam standar resmi pengangguran. Jika kita bicara riil, maka cakupan definisi pengangguran dapat diperluas lagi. Jika di Amerika, BPS mereka menentukan angka pengangguran standar dengan ukuran U3, namun ukuran riil dengan U6, angkanya berbeda jauh. Dalam kamus Britannica, “How is the U.S. Unemployment Rate Calculated“, yang memuat pengertian U3 dan U6 tersebut, disebutkan bahwa angka standar pengangguran Amerika 2022 adalah 4,4%, namun secara riil sesungguhnya 8,7%.

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca