Suarapena.com, SEMARANG – DPD PDIP Jawa Tengah resmi menetapkan susunan kepengurusan baru periode 2025–2030 melalui Konferensi Daerah (Konferda) yang digelar di Hotel Patra, Kota Semarang, Sabtu (27/12/2025).
Konferda tersebut dipimpin langsung Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Megawati hadir didampingi Ketua DPP PDIP Bidang Politik Puan Maharani.
Dalam Konferda itu, Dolfie Othniel Frederic Palit ditetapkan sebagai Ketua DPD PDIP Jawa Tengah menggantikan Bambang Pacul. Dolfie menyatakan kepengurusan baru menargetkan kebangkitan kekuatan PDIP di Jawa Tengah pada Pemilu 2029.
“Targetnya semua pemilu menang dan unggul dari posisi tahun 2019. Mengembalikan Jawa Tengah sebagai kandang banteng dan benteng banteng,” kata Dolfie usai dilantik.
Menurut Dolfie, Jawa Tengah memiliki posisi strategis sebagai basis utama PDIP. Oleh karena itu, konsolidasi partai akan menjadi agenda utama kepengurusan lima tahun ke depan.
Ia juga menegaskan komitmennya untuk menjalankan arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, yakni memperkuat soliditas internal dan meningkatkan kedekatan partai dengan masyarakat.
“Pesan Ibu Ketua Umum, pertama solid, kedua dekat dengan rakyat,” ujarnya.
Konferda ini juga menetapkan 24 nama yang masuk dalam jajaran pengurus DPD PDIP Jawa Tengah. Salah satunya adalah Diah Pikatan Orissa Putri Haprani atau Pinka, putri Puan Maharani, yang dipercaya menjabat sebagai Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Tengah Bidang Politik.
Adapun susunan inti kepengurusan DPD PDIP Jawa Tengah periode 2025–2030, yakni Ketua Dolfie Othniel Frederic Palit, Sekretaris Sumanto, dan Bendahara Kaisar Kiasa Kasih Said Putra.
Sejumlah bidang strategis juga diisi oleh kader-kader partai, antara lain Joko Sutopo sebagai Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu, Sarno sebagai Wakil Ketua Bidang Ideologi dan Organisasi, serta Diah Pikatan Orissa Putri Haprani sebagai Wakil Ketua Bidang Politik.
Dengan kepengurusan baru ini, PDIP Jawa Tengah optimistis dapat memperkuat konsolidasi internal dan kembali mengukuhkan posisinya sebagai kekuatan politik utama di provinsi tersebut menjelang Pemilu 2029. (sp/pr)










