Scroll untuk baca artikel

Sejarah

Pinang: Dari Buah Tradisi Hingga Penanda Identitas Kota Tangerang

×

Pinang: Dari Buah Tradisi Hingga Penanda Identitas Kota Tangerang

Sebarkan artikel ini
Pinang dan cerita panjang di sebuah wilayah di Kota Tangerang.
Pinang dan cerita panjang di sebuah wilayah di Kota Tangerang.

Suarapena.com, TANGERANG – Pinang bukan sekadar tanaman palma biasa. Di balik daunnya yang rindang dan buahnya yang khas, tersembunyi cerita panjang yang membentuk identitas sebuah wilayah di Kota Tangerang.

Di Kecamatan Pinang, yang dahulu masih bagian dari Kecamatan Cipondoh, nama buah ini bukan hanya tumbuh di tanah, tetapi juga tumbuh dalam budaya dan sejarah masyarakatnya. Dalam buku Melacak Asal Muasal Kampung di Kota Tangerang, Burhanudin mengungkap dua versi menarik mengenai asal-usul nama Pinang.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Pertama, nama Pinang erat kaitannya dengan tradisi “meminang” atau melamar. Buah pinang menjadi salah satu simbol wajib dalam ritual sirih yang dipakai sebagai tanda kesungguhan dalam melamar. Di masa lalu, hampir setiap proses meminang di wilayah ini tak pernah lepas dari keberadaan buah pinang, menegaskan nilai budaya yang melekat dalam kehidupan masyarakat.

Versi kedua lebih sederhana namun tak kalah kuat: keberadaan pohon pinang yang menjulang di depan kantor desa menjadi penanda utama lokasi tersebut. Pohon ini bukan hanya tumbuhan biasa, melainkan landmark alami yang memudahkan masyarakat dalam menentukan arah dan mengenali wilayahnya.

“Pohon pinang ini menjadi acuan utama saat masyarakat bertanya arah. Keberadaannya sebagai penanda yang khas memperkuat akar nama wilayah ini,” tulis Burhanudin dalam bukunya.

Kedua cerita tersebut menegaskan bahwa Pinang bukan sekadar nama, melainkan warisan hidup yang berakar kuat dalam tradisi dan alam. Sebuah pengingat bahwa setiap sudut wilayah ini menyimpan kisah yang kaya dan bermakna.

Dengan mengenal sejarahnya, masyarakat diharapkan semakin menghargai dan menjaga warisan budaya yang melekat pada nama Pinang, yang lahir dari sebuah pohon dan tradisi yang hidup di dalamnya. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca