Muhajir melihat di kota-kota lain di kawasan alun-alun juga sudah tidak ada lagi PKL yang berjualan. Sementara di Kebumen masih dipenuhi pedagang.
“Kota-kota lain memang sudah banyak yang kosong, tapi untuk memindahkan pedagang ini memang perlu duduk bersama, agar sama-sama saling menerima,” jelasnya.
Pihaknya berterima kasih jika nantinya semua pedagang diberikan fasilitas gratis. Jumlah PKL alun-alun yang masuk paguyuban sebanyak 150. Namun faktanya PKL alun-alun jumlahnya jauh lebih banyak. Muhajir berharap semua pedagang bisa terakomodir. (al/dp)







