Suarapena.com, BANTUL – Liburan akhir pekan atau staycation di tengah alam kini makin menarik dengan hadirnya Glamour Camping (Glamping) Pinus Pengger di kawasan Wana Wisata Budaya Mataram Mangunan, Dlingo, Bantul. Soft launching fasilitas ini dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) DIY melalui Dinas Pariwisata DIY, beberapa waktu lalu di akhir 2025, menandai hadirnya alternatif akomodasi unik bagi para pencinta alam dan pengalaman berbeda.
Kawasan Hutan Pinus Pengger yang terkenal dengan pemandangan hijau yang menenangkan, kini dilengkapi 10 unit glamping dengan berbagai konsep akomodasi. Pengunjung dapat menikmati kenyamanan modern sambil tetap dekat dengan alam, lengkap dengan udara segar, suara burung, dan panorama pepohonan pinus yang memanjakan mata.
Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, mengungkapkan bahwa glamping ini bukan sekadar tempat menginap, tetapi juga hasil kolaborasi lintas pihak: pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha.
“Berdiri saja di Hutan Pinus Pengger sudah luar biasa, apalagi dengan adanya glamping. Ini memberi wisatawan pengalaman berbeda yang tak bisa didapatkan di hotel biasa,” ujar Ni Made, Kamis (1/1/2026).
Kehadiran glamping ini juga menjadi peluang bagi wisatawan untuk menikmati alam secara bertanggung jawab. Konsep eco-friendly tourism dan pengelolaan berbasis masyarakat (community-based tourism) memastikan kegiatan wisata memberikan manfaat langsung bagi penduduk lokal.
Anita Herawati, perwakilan CSR Angkasa Pura I, menambahkan, “Kami ingin kawasan ini menjadi contoh pengembangan wisata yang inklusif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan. Glamping Pinus Pengger akan memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus mendorong ekonomi lokal.”
Bagi penggemar staycation yang ingin menghindari keramaian kota, glamping ini bisa menjadi alternatif ideal. Dengan lokasi strategis di Dlingo, wisatawan bisa menikmati suasana hutan yang tenang, memandangi sunset, atau berjalan santai di antara pohon pinus.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Imam Pratanadi, menegaskan, hadirnya glamping ini juga bertepatan dengan lonjakan kunjungan wisatawan selama Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
“Pinus Pengger diharapkan menjadi pilihan baru untuk menginap. Dengan konsep glamping, pengunjung dapat merasakan pengalaman eksklusif sekaligus dekat dengan alam,” ujarnya.
Ketua Koperasi Notowono, Purwo Harsono, menambahkan bahwa glamping ini juga menjadi momentum kebangkitan ekonomi masyarakat lokal pascapandemi.
“Kami menyiapkan 10 unit glamour camp dengan segmen pasar beragam. Harapannya, wisatawan dapat merasakan pengalaman berbeda sekaligus memberdayakan masyarakat sekitar,” jelasnya.
Dengan fasilitas modern di tengah hutan, pengalaman glamping di Pinus Pengger tidak hanya soal tidur di tenda mewah, tetapi juga kesempatan untuk menikmati alam, relaksasi, dan kegiatan wisata yang Instagramable.
Destinasi ini juga diproyeksikan menjadi ikon wisata baru di Bantul, yang cocok untuk semua kalangan: keluarga, pasangan, maupun teman-teman yang ingin “me-time” di alam terbuka. (sp/pr)










