Suarapena.com, MAGELANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan komitmennya untuk mengembangkan kawasan Candi Borobudur sebagai pusat aglomerasi pariwisata yang terintegrasi dengan Kopeng dan Rawa Pening.
Hal tersebut disampaikan Luthfi saat melakukan peninjauan di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu (19/4/2026), di sela rangkaian kegiatannya.
Dalam kunjungan itu, Luthfi meninjau langsung kondisi candi, termasuk proses perawatan dan pemeliharaan yang dilakukan petugas. Ia juga mendapat penjelasan terkait struktur bangunan, relief, serta konsep pengembangan kawasan candi.
Menurut Luthfi, Candi Borobudur merupakan kebanggaan Jawa Tengah yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Selain memiliki nilai sejarah dan arkeologis, kawasan tersebut juga menjadi pusat interaksi budaya dan destinasi wisata unggulan.
“Candi Borobudur ini adalah heritage dan sudah tercatat di UNESCO sebagai salah satu warisan dunia. Kami harus bisa nguri-uri budaya dan pemanfaatannya,” ujar Luthfi, Selasa (21/4/2026).
Ia menambahkan, Borobudur tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata, baik di tingkat regional, nasional, maupun internasional, tetapi juga sebagai pusat studi sejarah, budaya, dan arkeologi.
Dalam perkembangannya, kawasan Candi Borobudur juga dimanfaatkan sebagai tempat ibadah umat Buddha. Sejumlah kegiatan keagamaan rutin digelar, termasuk perayaan Waisak yang setiap tahun dihadiri ribuan umat dari dalam dan luar negeri.
Selain kegiatan keagamaan, kawasan ini juga menjadi lokasi berbagai agenda lain, seperti sport tourism melalui Borobudur Marathon yang masuk dalam kalender maraton dunia, serta kegiatan seni dan budaya, seperti kirab pusaka.
“Candi Borobudur merupakan kebanggaan bangsa Indonesia yang perlu kita tonjolkan dan dikenal di dunia,” kata dia.
Luthfi mengatakan, pengembangan kawasan terus dilakukan mengingat peran Borobudur sebagai salah satu penggerak budaya dan ekonomi masyarakat. Pemerintah pusat telah melakukan penataan kawasan, sementara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan wilayah penyangga.
Salah satu rencana yang tengah dikembangkan adalah pembentukan aglomerasi wisata yang mengintegrasikan Borobudur dengan Kopeng dan Rawa Pening di Kabupaten Semarang.
Konsep tersebut menempatkan Borobudur sebagai pusat, yang kemudian dihubungkan dengan destinasi wisata lain di sekitarnya.
Saat ini, rencana aglomerasi wisata tersebut masih dalam tahap pembahasan dan koordinasi dengan kementerian terkait. Pemerintah berharap konsep ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
“Aglomerasi wisata ini akan kita kembangkan,” ujar Luthfi. (sp/pr)










