“Terutama untuk kendaraan yang berjarak jauh akan semakin lebih mudah. Ada yang sudah ultra fast charging. Full charge 400 km itu hanya membutuhkan waktu 30 menit. Sambil pesan kopi, charge kendaraanya sudah selesai. Tapi ada juga yang isinya bisa 2-5 jam,” akunya.
Di Kota Bandung, sudah ada 20 titik SPKLU yang tersedia. Semuanya sudah aktif dan bisa digunakan oleh pengemudi kendaraan listrik. Semua lokasinya bisa dilihat di PLN mobile.
“Kalau mau charge bisa menggunakan aplikasi namanya Charge.IN. Untuk utilisasi, SPKLU kita hampir semuanya di atas 40 persen,” ucapnya.
Ia melanjutkan, mengubah motor konversi ke motor listrik juga sebenarnya tidak terlalu mahal. Cukup dengan Rp20 juta-Rp30 juta sudah bisa mengubah motor konversi kecil ke motor listrik.
Menanggapi hal tersebut, Ema Sumarna menyampaikan kesannya mengendarai Vespa konvensional yang sudah disulap menjadi motor listrik.
“Tadi saya ikut fun trip menggunakan vespa listrik. Sensasinya memang agak berbeda ya kalau kita menggunakan motor vespa kopling seperti biasanya. Suaranya juga tidak bising, meski sebenarnya ciri khas vespa itu memang agak bising,” ungkap Ema.
Menurutnya, dengan menggunakan kendaraan listrik bisa jadi salah satu upaya untuk mengurangi polusi di Kota Bandung.
“Tidak perlu membeli, tapi bisa juga dengan mengubah motor yang biasa kita pakai sehari-hari menjadi motor listrik,” tuturnya.
Sementara itu, Gubernur Jabar, Ridwan Kamil ingin memaksimalkan produktivitas dengan mengurangi mobilitas. Salah satu upayanya adalah dengan kendaraan listrik.
“Ambil lah keputusan untuk masa depan anak cucu kita. Produktif tapi mobilitasnya rendah. Maka dari itu Pemprov Jabar sudah melakukan work from anywhere,” ujar Ridwan.










