Allahu yarham Kyai Noer Ali adalah sosok pemberani. Berani berjuang membangunkan orang dari kegelapan. Berani menghadang badai besar yang menerjang, berani memikul tanggung jawab besar yang menantang.
Beliau lah sang ulama sejati. Pahlawan yang sebenarnya.
Torehan jejaknya di mana-mana. Namanya harum di belantara keikhlasan. Tak ingin dipuja-puji, bahkan tak ingin nama Pahlawan Nasional disematkan padanya. Bahkan pernah menolak untuk ditulis kisah perjuangannya.
Beliau adalah ulama yang sendiri dalam senyap mendoakan ummat. Ulama yang sering berkontemplasi menghadap Illahi di atas menara masjid kesayangan. Menyendiri, merenung, berkomunikasi dengan Rabbnya, meminta petunjuk dan bimbingan, meminta ridho dan pertolongan, berdialog dan mencurahkan segenap perasaan yang tak bisa ia bagikan.
Duhai Kyai,
Begitu dalam, kenangan, pada setiap jejak yang kau tinggalkan. Begitu mulia, pengorbanan, pada penggalan kisah yang kau torehkan.
Begitu bermakna, kehadiran, pada setiap keikhlasan yang kau taburkan.
Duhai Kyai,
Di sini kami mengenangmu dalam haru, dalam tangis, dalam hati gemuruh, dan dalam dada yang membara karena rasa bangga.










