Scroll untuk baca artikel

Suara Jateng

Seluruh Jalur Pendakian Gunung Merbabu Ditutup Sementara Akibat Kebakaran Hutan

×

Seluruh Jalur Pendakian Gunung Merbabu Ditutup Sementara Akibat Kebakaran Hutan

Sebarkan artikel ini

Suarapena.com, BOYOLALI – Aktivitas pendakian di Gunung Merbabu, Jawa Tengah, dihentikan sementara akibat kebakaran hutan yang melanda kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Merbabu.

Kebakaran terjadi sejak Jumat (27/10/2023) dan masih belum padam hingga Sabtu (28/10/2023).

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Plt Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu, Nurpana Sulaksono, mengatakan bahwa seluruh jalur pendakian ditutup mulai 28 Oktober 2023 sampai dengan batas waktu yang belum ditentukan.

Ada lima jalur pendakian yang ditutup, yaitu jalur Selo, jalur Suwanting, jalur Wekas, jalur Cunthel, dan jalur Thekelan.

“Sehubungan dengan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan di wilayah Taman Nasional Gunung Merbabu, seluruh jalur pendakian ditutup,” kata Nurpana.

Berita Terkait:  Dorong Bantuan untuk Korban Kebakaran Hutan di Gunung Merbabu, Puan: Pasokan Makanan Sangat Penting

Ia menambahkan bahwa kuota booking online pendakian di bulan November 2023 juga sementara ditutup.

Bagi calon pendaki yang sudah melakukan pembayaran booking online pendakian, dapat dilakukan penjadwalan ulang, yang akan diinformasikan lebih lanjut melalui help desk pendakian atau call center.

Nurpana menjelaskan bahwa kebakaran hutan terjadi di wilayah Desa Tajuk, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Api membakar hutan pinus dan lahan yang ada di sekitarnya. Angin kencang dan cuaca panas membuat api semakin membesar dan merembet.

Berita Terkait:  Pendakian Bukit Mongkrang Ditutup Selama Ramadan

Ratusan petugas gabungan dari berbagai elemen dan relawan masih berjibaku menjinakkan si jago merah. Tim KPA Ranger Merbabu juga masih ditugaskan untuk meluncur ke puncak.

Nurpana mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di kawasan Gunung Merbabu selama kebakaran masih berlangsung.

Ia juga meminta doa agar api segera padam dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan lingkungan.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kami berharap situasi segera normal kembali dan pendakian dapat dilakukan dengan aman dan nyaman,” pungkasnya. (bo/nil)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca