Suarapena.com, JEPARA – Akses utama menuju Desa Tempur, Kabupaten Jepara, yang sempat terputus akibat longsor kini segera kembali mulus. Pengaspalan ruas jalan sepanjang 16,99 kilometer tersebut memasuki tahap akhir dan ditargetkan rampung pada pertengahan pekan ini.
Jalur strategis yang menghubungkan Damarwulan-Duplak itu kini hampir seluruhnya telah dilapisi aspal hotmix. Setelah pengaspalan selesai, pekerja tinggal melakukan tahap finishing dan memasang marka jalan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jepara, Hery Yulianto, mengatakan pekerjaan pengaspalan telah dimulai sejak awal Agustus 2026.
“Dua hingga tiga hari sudah rampung semua. Tinggal finishing saja, nanti diberi marka jalan. Ini juga bagian dari Jepara Mulus, sesuai instruksi Bupati Witiarso Utomo,” kata Hery, Selasa (8/9/2026).
Pemerintah Kabupaten Jepara mengalokasikan Rp 4,9 miliar dari APBD 2026 untuk penanganan ruas jalan strategis tersebut.
Pekerjaan tidak hanya berupa pengaspalan. Sejumlah titik juga diperlebar dan diperkuat dengan beton, terutama pada tikungan yang memiliki kondisi curam dan tajam.
Perbaikan jalan menjadi perhatian penting setelah akses menuju Desa Tempur sempat lumpuh akibat longsor pada awal tahun.
Bencana tersebut membuat ribuan warga Tempur sempat terisolasi lantaran jalur utama menuju dan dari desa terputus.
Kondisi jalan juga semakin rusak akibat hujan berintensitas tinggi yang terus mengguyur kawasan tersebut. Sejumlah titik mengalami lubang dengan ukuran dan kedalaman yang bervariasi.
“Tak hanya itu, hujan dengan intensitas tinggi yang terus mengguyur kawasan Tempur juga membuat badan jalan berlubang dengan diameter lubang dan kedalaman bervariasi,” ujar Hery.
Pemkab Jepara juga menyiapkan jalur lain untuk memperkuat konektivitas menuju Tempur.
Ruas Kaliombo-Tempur sepanjang 4,344 kilometer direncanakan mendapat penanganan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD) yang bersumber dari pemerintah pusat.
“Rencananya, IJD masuk ke sana (Tempur),” kata Hery.
Tak hanya itu, jalur alternatif Sumanding-Tempur juga akan mulai digarap pada akhir tahun ini.
Pemkab Jepara mengalokasikan Rp 1,5 miliar melalui APBD Perubahan 2026 untuk membentuk badan jalan yang saat ini masih berupa tanah.
Salah satu pekerjaan yang akan dilakukan yakni menurunkan permukaan jalan pada sejumlah titik dengan tanjakan terlalu tinggi dan curam. Penanganan awal direncanakan dari rest area pertama hingga kawasan Nganguk.
“Nanti tahun 2027 pekerjaan dilanjutkan lagi pakai APBD Jepara,” jelas Hery.
Dengan demikian, Tempur nantinya tidak hanya memiliki akses utama yang lebih baik, tetapi juga jalur alternatif yang dapat digunakan ketika jalur utama kembali terganggu akibat longsor atau bencana lainnya.
Perbaikan jalan disambut baik warga Desa Tempur. Ahmadi, warga setempat, mengaku lega melihat akses utama menuju dan dari desanya kembali dibenahi.
Menurut dia, kondisi jalan sangat menentukan aktivitas masyarakat. Jalan tersebut menjadi tumpuan warga untuk menjalankan berbagai kebutuhan, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas pariwisata.
“Kita juga senang, karena sudah ada jalur alternatif via Sumanding. Jalur ini penting jika sewaktu-waktu terjadi longsor, masih ada akses jalan yang bisa dilalui,” tandasnya.
Rampungnya pengaspalan 16,99 kilometer jalan Damarwulan-Duplak diharapkan tidak hanya memudahkan mobilitas warga, tetapi juga memperkuat akses menuju Desa Tempur sebagai salah satu kawasan wisata di Kabupaten Jepara.
Bagi warga, jalan mulus bukan sekadar soal kenyamanan berkendara. Lebih dari itu, jalan menjadi akses penting agar aktivitas ekonomi, pelayanan dasar, dan geliat pariwisata Tempur tetap berjalan meski ancaman bencana masih membayangi. (sp/pr)







