Scroll untuk baca artikel
HeadlineNews

Soal Sampah, Karang Taruna Bendungan Kedatangan Tamu dari Sri Lanka

×

Soal Sampah, Karang Taruna Bendungan Kedatangan Tamu dari Sri Lanka

Sebarkan artikel ini
Tim studi banding bank sampah Sri Lanka bersama jajaran aparatur pemerintah Kabupaten Bogor. Foto: Istimewa
Tim studi banding bank sampah Sri Lanka bersama jajaran aparatur pemerintah Kabupaten Bogor. Foto: Istimewa
SUARAPENA.COM – Sukses melakukan pengelolaan sampah di wilayahnya, Karang Taruna Bendungan, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat mendapat kunjungan dari tim studi asal Sri Lanka. Tim ini melakukan studi banding Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) komunal dan pengelolaan bank sampah berbasis masyarakat di desa setempat, Rabu (12/7/2017).

Dede Supardi, Sekretaris Asosiasi Bank Sampah Indonesia (Asobsi) mengaku mengapresiasi prestasi Karang Taruna Bendungan yang aktif dalam kegiatan bank sampah.

“Karang Taruna Desa Bendungan berhasil menjadi motor pergerakan peduli lingkungan melalui program pengelolaan IPAL Komunal dan bank sampah berbasis masyarakat, sehingga berhasil menjadi acuan perwakilan Negara Sri Lanka untuk melihat langsung proses pengelolaannya,” katanya.

Menurut Dede, ketertarikan 20 orang anggota tim studi banding Srilanka ke Desa Bendungan untuk melihat proses peran aktif warga yang dimotori karang taruna, yakni menjaga lingkungan lewat program IPAL Komunal dan bank sampah.

Advertisement
Scroll ke bawah untuk lihat konten

“Pemuda karang taruna menjadi agen sekaligus pelopor untuk mengkampanyekan pentingnya menjaga lingkungan kepada masyarakat. Karang Taruna Bendungan berhasil menggandeng Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) dalam pengelolaan aset  lahan seluas 3 hektar untuk kegiatan bank sampah,” imbuhnya.

Berita Terkait:  Pilot Project Tekno Sosial Pengelolaan Sampah Disusun Pemkab Bekasi

Kata dia, gerakan aksi lingkungan melalui pengelolaan bank sampah berbasis masyarakat oleh Karang Taruna Bendungan bakal jadi model Asobsi Kabupaten Bogor dalam penerapan zona titik nol sampah.

“Diharapkan melalui model ini akan menginspirasi bank sampah – bank sampah di Kabupaten Bogor untuk mengadopsi,” harapnya. (dir/cek).