“Ya, terutama hoaks yang bernafaskan agama dan membawa unsur agama, karena hoaks politik itu tidak sedikit berkaitan agama, dan agama menjadikan alat kepentingan bagi kelompok tertentu,” katanya.
Lebih lanjut Ganjar menyebutkan, untuk mencegah beredarnya berita hoaks di masyarakat, pihaknya sudah membentuk Unit Saber Hoaks di semua kota/kabupaten di Jawa Barat.
“Mengacu pada Jabar Saber Hoaks di Pemprov Jawa Barat, kami komitmen dan konsisten dalam melawan hoaks, bukan hanya tingkat provinsi tapi sampai ke daerah kabupaten/kota,” katanya.
Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) pada Diskominfosantik Kabupaten Bekasi, Rhamdan Nurul Ikhsan mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bekasi menyambut baik kegiatan Kejar Tabayyun dari Jabar Saber Hoaks di bawah Diskominfo Jawa Barat.
Menurutnya, kegiatan ini sangat penting dan bermanfaat terutama untuk para pelajar, mahasiswa dan peserta lainnya, tentang bagaimana memahami bahaya berita dan informasi hoaks di tengah masyarakat.
“Kita tahu sekarang sudah memasuki tahun politik, tentu akan sangat banyak berita dan informasi yang dibuat untuk menyesatkan masyarakat atau bahkan bisa menganggu keamanan dan ketertiban masyarakat,” ucapnya.










