Suarapena.com, BANDUNG – Penataan kawasan Cicadas di Kota Bandung mulai menunjukkan perubahan yang signifikan. Kawasan yang selama puluhan tahun dikenal padat aktivitas perdagangan itu kini tampak lebih tertib, terang, dan nyaman, sehingga mendapat respons positif dari warga dan pelaku usaha setempat.
Proses penataan yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir berjalan kondusif dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, warga, hingga para pedagang yang selama ini beraktivitas di kawasan tersebut.
Abang Jahit, seorang penjahit yang telah bekerja di Cicadas selama 35 tahun, mengaku merasakan langsung dampak dari perubahan tersebut. Menurut dia, kondisi kawasan saat ini terlihat lebih rapi dibandingkan sebelumnya.
“Saya terus terang senang dengan keadaan saat ini, rapi dan terang. Terima kasih untuk Pak Gubernur dan Pak Wali Kota. Cuma ya diusahakan tetap perhatikan para pedagang supaya tetap bisa mencari rezeki,” kata dia, Kamis (4/6/2026).
Meski mendukung penataan, sejumlah pedagang berharap pemerintah tetap memberikan perhatian terhadap keberlangsungan usaha mereka.
Ketua PKL Cicadas, Suherman, mengatakan para pedagang yang telah lama berjualan di kawasan tersebut membutuhkan kepastian terkait tempat usaha maupun peluang ekonomi ke depan.
“Pedagang di sini sudah puluhan tahun. Semoga segera ada solusi, entah itu berupa lapangan pekerjaan baru atau relokasi tempat jualan, agar tetap enak untuk kami para pedagang dan pemerintah juga,” ujar Suherman.
Ia menilai penataan kawasan merupakan langkah yang baik untuk meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan. Namun, menurut dia, kebijakan tersebut perlu dibarengi dengan solusi yang dapat mengakomodasi kebutuhan para pedagang.
Suherman juga mengapresiasi proses penataan yang berlangsung tanpa menimbulkan gangguan keamanan maupun konflik di lapangan.
“Awalnya pemilik toko di sini juga was-was takut terjadi kerusuhan, tapi alhamdulillah semua berjalan dengan baik. Tapi dari sudut pandang sebagai warga Bandung saya sangat setuju, karena saya ingin Bandung lebih baik, rapi, dan nyaman,” katanya.
Sementara itu, warga asli Cicadas, Ajat, mengaku terharu melihat perubahan yang terjadi di lingkungan tempat tinggalnya. Ia menilai penataan tersebut membuat kawasan kembali terasa nyaman dan lebih tertata.
“Saya sebagai orang asli sini sangat senang, seperti melihat Cicadas zaman dulu, namun lebih rapi. Ada pohon juga jadi teduh,” ujarnya.
Penataan Cicadas menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas ruang publik dan menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih tertib. Di sisi lain, pemerintah juga diharapkan dapat terus membangun komunikasi dengan para pedagang guna mencari solusi terbaik terkait keberlangsungan usaha mereka.
Dengan pendekatan tersebut, penataan kawasan tidak hanya berorientasi pada aspek estetika dan ketertiban kota, tetapi juga mempertimbangkan keberlanjutan ekonomi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup di kawasan Cicadas. (sp/rer)










