Scroll untuk baca artikel

News

Subaru Berupaya Mengurangi Risiko Pengadaan Bahan Baterai EV

×

Subaru Berupaya Mengurangi Risiko Pengadaan Bahan Baterai EV

Sebarkan artikel ini
Representative Director, President and CEO Subaru Atsushi Osaki memperkenalkan kendaraan Sport Mobility Concept dan Air Mobility Concept selama hari pers di Japan Mobility Show 2023 di Tokyo Big Sight di Tokyo, Jepang pada 25 Oktober 2023. Foto: Reuters
Representative Director, President and CEO Subaru Atsushi Osaki memperkenalkan kendaraan Sport Mobility Concept dan Air Mobility Concept selama hari pers di Japan Mobility Show 2023 di Tokyo Big Sight di Tokyo, Jepang pada 25 Oktober 2023. Foto: Reuters

Suarapena.com, JAKARTA – Subaru Jepang (7270.T) sedang bekerja sama dengan pemasok untuk mengurangi risiko yang terkait dengan pengadaan bahan yang digunakan dalam baterai kendaraan listrik, kata CEO-nya pada hari Rabu, saat produsen mobil berjuang dengan langkah China untuk mengekang ekspor grafit.

China, produsen dan pengekspor terbesar di dunia untuk bahan penting yang digunakan dalam baterai EV, akan memerlukan izin ekspor mulai 1 Desember untuk beberapa produk grafit, sebuah regulasi yang menurut para ahli dapat mendorong produsen mobil untuk mengembangkan sumber dan bahan alternatif.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Ada risiko yang terlibat dalam setiap jenis bahan, tidak hanya grafit. Kami ingin mendapatkan sumber daya sambil mempertimbangkan berbagai lindung nilai risiko,” kata CEO Atsushi Osaki kepada wartawan di sela acara Japan Mobility Show, yang dibuka untuk pers pada hari Rabu, sehari sebelum pembukaan resminya.

Berita Terkait:  Musk Tesla Mengungkapkan Kekhawatiran Produksi Cybertruck dan Mengumumkan Tanggal Pengiriman

“Kami bekerja sama dengan pemasok untuk menyusun langkah-langkah untuk mengatasi risiko tersebut,” katanya, seperti dikutip dari Reuters.

Langkah China juga bisa meningkatkan sengketa perdagangan secara global dan menyoroti pentingnya bagi produsen mobil dalam mengurangi ketergantungan sumber daya mereka pada ekonomi terbesar kedua di dunia. (sng)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca