Suarapena.com, TANGERANG – Tantrum pada anak adalah fase yang wajar dalam perkembangan mereka, di mana emosi yang belum bisa diatur dengan baik meledak dalam bentuk tangisan, teriakan, atau bahkan berguling-guling. Namun, momen ini seringkali membuat orang tua panik dan bingung, apalagi jika terjadi di tempat umum yang ramai.
Glori Telis Amanta, psikolog dari Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Kota Tangerang, membagikan rahasia tiga langkah efektif untuk membantu orang tua menghadapi tantrum anak dengan lebih tenang dan bijak.
“Kunci utamanya adalah bagaimana orang tua tetap tenang dan mampu merespons dengan tepat, sehingga anak bisa melewati fase ini dengan baik,” ujarnya, Jumat (8/8/2025).
Berikut tiga tips jitu dari Glori untuk mengelola tantrum anak:
1.Pertahankan Ketenangan Diri
Saat anak mulai menangis atau berteriak, jangan terbawa emosi. Orang tua harus mengontrol diri agar bisa berpikir jernih. Ketenangan ini akan menjadi teladan positif dan menciptakan suasana yang stabil, berbeda jika orang tua malah ikut marah yang hanya memperparah situasi.
2.Validasi Perasaan dan Cari Tahu Penyebabnya
Setelah anak mulai tenang, berikan ruang untuk rileks dan tunjukkan rasa aman dengan pelukan atau sentuhan lembut. Lalu, ajak anak berbicara untuk menggali apa yang membuatnya marah. Validasi perasaan mereka dengan kalimat sederhana seperti, “Kamu kesal, ya?” tanpa menghakimi, agar anak merasa dimengerti dan dihargai.
3.Berikan Pujian atas Perilaku Positif
Saat anak berhasil mengendalikan emosinya, jangan lupa beri pujian spesifik seperti, “Ibu/Ayah bangga kamu bisa tenang dan cerita apa yang membuatmu kesal.” Pengakuan ini memperkuat perilaku baik dan membangun rasa percaya diri anak dalam mengelola emosinya.
Dengan konsistensi menerapkan tiga langkah ini, orang tua bukan hanya membantu anak melewati tantrum dengan lebih baik, tetapi juga mendukung mereka belajar mengelola emosi secara sehat. Ini menjadi pondasi penting untuk perkembangan emosional anak hingga dewasa nanti. (sp/pr)










