Scroll untuk baca artikel

NewsSuara Jateng

Terjebak 15 Hari di Hutan Aceh Akibat Banjir dan Longsor, Sarto Akhirnya Pulang ke Cilacap

×

Terjebak 15 Hari di Hutan Aceh Akibat Banjir dan Longsor, Sarto Akhirnya Pulang ke Cilacap

Sebarkan artikel ini
Cerita warga Jawa Tengah yang terjebak banjir dan longsor di hutan Aceh, bersyukur bisa kembali ke kampung halaman di Cilacap.
Cerita warga Jawa Tengah yang terjebak banjir dan longsor di hutan Aceh, bersyukur bisa kembali ke kampung halaman di Cilacap.

Suarapena.com, JAKARTA – Sarto (45), warga Majenang, Kabupaten Cilacap, akhirnya bisa kembali ke kampung halamannya setelah sempat terjebak banjir dan longsor di Aceh Tengah. Ia tiba di Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (29/12/2025), menggunakan pesawat Hercules bersama warga Jawa Tengah lainnya.

Sarto merupakan salah satu penderes getah pinus yang terdampak bencana banjir dan longsor di kawasan Linge, Kabupaten Aceh Tengah. Saat bencana terjadi, ia bersama enam rekannya terjebak di hutan selama 15 hari tanpa akses keluar dan dengan persediaan logistik yang terbatas.

Advertisement
Scroll untuk terus membaca

“Kami terjebak di hutan, tidak bisa keluar, makan pun sulit,” kata Sarto saat ditemui di Lanud Halim Perdanakusuma.

Setelah banjir mereda, akses keluar dari lokasi tertutup material longsor. Tempat tinggal yang mereka tempati juga rusak parah akibat banjir. Selama bertahan di hutan, mereka mengandalkan sisa logistik yang ada.

Berita Terkait:  Pemerintah Percepat Penanganan Bencana di Sumatera, Mulai Tata Langkah Rehabilitasi dan Rekonstruksi

“Tempat tinggal sudah hancur. Untung masih ada sedikit makanan untuk bertahan,” ujar Sarto.

Dalam kondisi terbatas, ketujuh penderes tersebut akhirnya berusaha keluar dari hutan dengan berjalan kaki menuju lokasi pengungsian. Mereka harus melewati medan terjal dan longsoran tanah.

“Kami jalan kaki, jalannya naik turun dan sulit. Selama delapan tahun bekerja di sana, baru kali ini mengalami kejadian seperti ini,” katanya.

Setibanya di pengungsian, kondisi belum sepenuhnya membaik karena distribusi logistik kerap terhambat akibat akses jalan yang tertutup banjir dan tanah. Sarto mengaku bersyukur bisa difasilitasi pulang ke Jawa Tengah.

“Alhamdulillah sudah sampai Jakarta. Selanjutnya pulang ke Majenang, Cilacap,” ujarnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang telah memfasilitasi pemulangan. Untuk sementara, Sarto memilih menetap di kampung halaman karena kondisi di Aceh belum pulih.

“Mungkin bertahan dulu di kampung. Kondisi di sana belum memungkinkan,” katanya.

Berita Terkait:  Masyarakat Cianjur Diminta Waspadai Bencana Lanjutan Longsor

Penderes lainnya, Sarna Parjono, yang baru tujuh bulan bekerja di Aceh, juga mengaku bersyukur bisa selamat dari bencana tersebut.

“Alhamdulillah bisa pulang. Saat kejadian kami semua sedang bekerja,” ujarnya.

Kepala Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah Sarido mengatakan, sebanyak 18 warga Jawa Tengah dipulangkan dari Aceh Tengah karena terdampak banjir dan longsor. Mereka terdiri atas 16 warga Cilacap, satu warga Brebes, dan satu warga Pemalang.

“Secara umum kondisi warga sehat. Kami terus berkoordinasi dengan BPBD Aceh untuk memastikan apakah masih ada warga Jawa Tengah yang terdampak,” kata Sarido.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan, pemerintah provinsi berkomitmen memberikan perlindungan kepada warga Jawa Tengah yang berada di perantauan, termasuk mereka yang terdampak bencana alam.

“Pemprov Jateng akan membantu dari sisi transportasi hingga pemulihan ekonomi ketika mereka kembali ke daerah,” kata Ahmad Luthfi. (sp/pr)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca