Scroll untuk baca artikel

Kultural

Usia Dua Tahun, Konco Dulur Seniman Helat Gebyar dan Santunan Yatim

×

Usia Dua Tahun, Konco Dulur Seniman Helat Gebyar dan Santunan Yatim

Sebarkan artikel ini
Mas Jack. Konco Dulur Seniman (KDS)
Para anggota Konco Dulur Seniman (KDS) berfoto bersama di sela acara gebyar dan santunan yatim, Selasa (5/2/2019).

SUARAPENA.COM – Memasuki usia dua tahun, Komunitas Konco Dulur Seniman (KDS) menggelar gebyar dan berikan santunan yatim. Bertempat di Plaza Taman Harapan Baru, Medansatria, Kota Bekasi, Jawa Barat, acara gebyar berlangsung meriah, Selasa (5/2/2019).

Ketua Konco Dulur Seniman, Joko Hartono mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan kegiatan santunan kepada anak yatim setiap tahun.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

“Ulang tahun kita sebenarnya 6 Februari tetapi acara ini kita pilih hari ini yang memang hari libur. Ada puluhan anak yatim dari anggota kita sendiri dan warga sekitar tempat acara,” ungkap pria yang akrab disapa Mas Jack.

Dia mengakui, Konco Dulur Seniman memang didominasi oleh warga Jawa yang telah lama tinggal di Bekasi. Kendati demikian, warga dari komunitas lain juga telah bergabung sesuai dengan kesamaan minat dan profesi.

Berita Terkait:  Festival Warga Black Campaign Coffee, dari Lari Pagi sampai Cupping Kopi

“Ada juga orang Betawi, kita ini kan komunitas orang seni di Bekasi yang jumlah anggotanya sekitar 60-an orang saat ini. Setiap bulan kita kopdar dan arisan dengan lokasi bergilir di rumah anggota,” ungkapnya.

Konco Dulur Seniman memang terdiri dari para pengusaha sound system, pemain musik, penyanyi, hingga sound engineering. Mereka tidak saja berasal dari satu sebuah grup musik atau orkes tetapi dari beberapa grup dan pengusaha sound system. KDS memiliki basecamp di Kavling PGRI, RT 06/21, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi.

Berita Terkait:  Workshop Penyuluhan Sampah, KPA Cempala Gandeng Pegiat Lingkungan

Mas Jack berharap dengan dilaksanakannya gebyar dan santunan yatim maka KDS bisa memberikan manfaat lebih kepada masyarakat. Khususnya untuk dunia seni dan budaya, pihaknya ingin terus berkomitmen menjaga kelestarian seni dan budaya Bangsa Indonesia.

Di sisi lain, dia mengakui perlunya ada support dari Pemerintah Daerah Kota Bekasi agar para seniman panggung bisa tetap eksis dan berkarya.

“Mudah-mudahan saja ada perhatian dari pemerintah daerah. Memang dulu saya pernah dipanggil oleh kepala dinas (Disparbud), tetapi saya ingin membenahi KDS dulu agar siap. Dua tahun KDS saya harap kita bisa nyedulur dan bersaudara,” pungkas Mas Jack. (sng)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca