Suarapena.com, BEKASI – Pemerintah Kota Bekasi menargetkan penanaman 3 juta pohon dalam lima tahun masa kepemimpinan Wali Kota Tri Adhianto. Program ini menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas lingkungan hidup di tengah pesatnya pembangunan kawasan perkotaan.
Tri mengatakan, penanaman pohon merupakan langkah jangka panjang yang tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga menjadi investasi ekologis bagi masa depan kota.
“Penanaman pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi investasi ekologis untuk masa depan Kota Bekasi. Kami ingin memastikan pembangunan berjalan seimbang dengan keberlanjutan lingkungan,” ujar Tri, Sabtu (25/4/2026).
Ia menjelaskan, target tersebut akan dicapai secara bertahap dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Pemerintah kota menggandeng komunitas keagamaan, sekolah, pelaku usaha, hingga warga di tingkat RT dan RW.
Salah satu strategi yang ditempuh adalah mendorong partisipasi publik melalui sumbangan pohon. Skema ini diharapkan dapat memperluas jangkauan program sekaligus menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya ruang terbuka hijau.
Namun demikian, Pemkot Bekasi mengakui adanya tantangan dalam pelaksanaan program, terutama saat musim kemarau yang berpotensi menghambat pertumbuhan tanaman.
Untuk itu, aspek perawatan menjadi perhatian utama agar pohon yang ditanam dapat tumbuh optimal dan memberikan manfaat jangka panjang.
Sebagai langkah pendukung, pemerintah kota juga mendorong pembangunan sumur resapan di setiap lingkungan. Selain menjaga ketersediaan air tanah, sumur resapan dinilai dapat membantu meningkatkan daya tahan tanaman serta mengurangi risiko banjir saat musim hujan.
“Kami tidak hanya menanam, tetapi juga memastikan pohon dapat tumbuh dan memberikan manfaat. Sumur resapan menjadi solusi untuk menjaga siklus air dan keberlangsungan ruang hijau,” kata Tri. (sp/zi)










