Suarapena.com, TANGERANG – Elsa Novia Sena, seorang konten kreator yang dikenal dengan video-video sejarah dan budaya Tionghoa khususnya Cina Benteng, kini mengajak masyarakat untuk menjelajahi kawasan Pasar Lama di Kota Tangerang melalui kegiatan Walking Tour.
Walking Tour adalah sebuah kegiatan wisata yang mengajak peserta untuk berjalan kaki sambil mendengarkan penjelasan tentang tempat-tempat bersejarah dan budaya di suatu kawasan.
Elsa mengatakan, ia terinspirasi untuk membuat Walking Tour Pasar Lama karena ia merasa banyak destinasi menarik yang kurang diketahui oleh masyarakat.
“Di Pasar Lama ada banyak tempat yang punya nilai sejarah, seperti Makam Kapitan Oey Kiat Tjin yang merupakan leluhur orang Cina Benteng di Tangerang. Tapi sayangnya tidak ada yang menjelaskan sejarahnya, jadi saya harus cari tahu sendiri. Saya pikir kalau bukan kita anak muda yang bangga dan melestarikan budaya Cina Benteng, siapa lagi?,” ujar Elsa.
Elsa, yang juga merupakan finalis Cide-Kode tahun 2022, mengaku sudah melakukan observasi sebelum menjalankan Walking Tour Pasar Lama.
Ia menemukan bahwa sudah ada lembaga tour yang menyelenggarakan kegiatan serupa, tetapi bukan dari kalangan orang Tangerang atau Cina Benteng.
“Sebagai salah satu keturunan asli Cina Benteng, saya merasa perlu untuk memberikan informasi dan wawasan sejarah dan budaya dari sudut pandang orang lokal. Saya juga ingin memperkenalkan wisata kota Tangerang ke masyarakat luas, tidak hanya masyarakat Kota Tangerang saja,” kata Elsa.
Walking Tour Pasar Lama pertama kali diluncurkan pada bulan September 2023 dan langsung mendapat sambutan antusias dari 20 peserta.
Kegiatan ini berjalan dengan sistem “Pay as you like”, yaitu peserta membayar sesuai dengan tingkat kepuasan mereka setelah tour selesai.
Untuk uang yang terkumpul digunakan untuk peremajaan di lokasi-lokasi kunjungan.
Rute Walking Tour Pasar Lama meliputi Stasiun Tangerang, Jam Argo Pantes, Masjid Kalipasir, Toapekong Air, Roemboer Tangga Ronggeng, Rumah Oey Kim Tiang, Kelenteng Boen Tek Bio dan Museum Benteng Heritage.
Setiap tempat memiliki cerita dan makna tersendiri yang dijelaskan oleh Elsa dengan gaya bahasa yang menarik dan mudah dipahami.
Hingga saat ini, Walking Tour Pasar Lama sudah dilaksanakan sebanyak enam batch dengan jumlah peserta maksimal 15-17 orang setiap batchnya.
Elsa mengaku kebanyakan peserta berasal dari luar Tangerang yang tertarik dengan budaya Cina Benteng dan Pasar Lama.
“60-70 persen peserta datang dari Depok, Bekasi, Bogor dan daerah lainnya. Mereka mengetahui kegiatan Walking Tour dari akun media sosial saya @elsa.novias yang memiliki ribuan pengikut. Saya sering membagikan informasi tentang sejarah dan budaya Cina Benteng di Instagram, baik di feed maupun story,” ungkap Elsa.
Elsa berharap, dengan adanya Walking Tour Pasar Lama, masyarakat bisa lebih mengenal dan menghargai budaya Cina Benteng yang merupakan bagian dari kekayaan Indonesia.
Ia juga berencana untuk mengembangkan Walking Tour di kawasan lain yang memiliki nilai sejarah dan budaya.
“Saya ingin membuat Walking Tour di kawasan-kawasan seperti Glodok atau Petak Sembilan di Jakarta. Saya juga ingin bekerja sama dengan komunitas-komunitas lokal yang peduli dengan pelestarian budaya. Saya berharap Walking Tour bisa menjadi salah satu cara untuk mengedukasi dan menghibur masyarakat,” pungkasnya. (sp/pr)










