Scroll untuk baca artikel

Suara Jabar

Warga Jatisampurna Keluhkan Sumber Airnya Tercemar Mengakibatkan Iritasi Kulit

×

Warga Jatisampurna Keluhkan Sumber Airnya Tercemar Mengakibatkan Iritasi Kulit

Sebarkan artikel ini

Suarapena.com, BEKASI – Polemiknya dugaan pencemaran limbah pabrik permen yang berdampak pada air sumur warga di kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, ini sudah sangat mengkhawatirkan jika persoalan ini tidak di respon dengan cepat.

Sebab pencemaran yang berdampak pada sumur air warga tersebut dapat berpengaruh pada kesehatan warga sekitar secara berkelanjutan. Selain itu keberadaan pabrik permen yang sudah berdiri sejak 2010 silam tersebut juga sebelumnya pernah di keluhkan oleh warga sekitar terkait pencemaran bau tidak sedap.

Advertisement

Scroll untuk terus membaca

Menurut keterangan Ketua RW setempat, Pak Saja, komplain warga terkait dugaan limbah yang bersumber dari pabrik permen itu masih menjadi persoalan yang belum terselesaikan sampai sekarang.

“Ada tiga rumah yang terdampak membuat laporan resmi ke saya selaku ketua RW setempat, isi laporannya adalah air sumur yang di pakai untuk kebutuhan minum dan mandi sudah tidak bisa di gunakan karna membuat iritasi pada kulit dan bau menyengat,” imbuhnya, Senin (5/6) lalu.

Berita Terkait:  Macet Sering Terjadi Dari Gang Elang Menuju Kantor Camat Jatisampurna

Terpisah saat ditanya, Kepala UPTD Kebersihan dan LH Jatisampurna, Nimas, juga menyayangkan atas dampak dugaan limbah pabrik yang mencemari warga sekitar di kelurahan Jatirangga. Itu. “Pada prinsipnya kita prihatin dengan kondisi seperti itu karna memang seharusnya perusahaan itu sebelum mendirikan harus memiliki Analisa Dampak Lingkungan (AMDAL) maupun UKL/UPL nya sudah di proses,” ujarnya, Selasa (6/6/2023).

“Tadi beberapa pegawai sudah melihat kesana, intinya kita saat ini hanya bisa melaporkan dari UPTD ke dinas terkait persoalan itu. Prosesnya nanti akan ditindaklanjuti oleh pengawas dari dinas,” ungkapnya.

Lanjutnya, Nimas menambahkan, terkait ini dirinya juga sudah berkordinasi dengan satpol PP kecamatan. “Mungkin nanti kita dengan pihak kecamatan bersama-sama melakukan tinjauan ke lokasi pabrik tersebut,” katanya.

Diketahui, dalam surat laporan ‘pengaduan masyarakat’ yang di layangkan oleh ketua RW lokasi sekitar pabrik permen tersebut kepada pihak kecamatan, mencatat perihal keluhan beberapa warga terdampak dugaan akibat pencemaran limbah dari pabrik tersebut.

Berita Terkait:  Padahal Meteran Listrik Pemukim Eks Tapos Dipasang Oleh Pihak Ketiga Dari PLN Tapi Hendak Diputus

Diantaranya ada tiga poin utama atas keluhan warga itu, adalah 1. Diduga ada saluran tersembunyi yang mengeluarkan limbah berbarengan turunnya hujan yang posisinya berada di belakang pabrik pintu keluar masuk karyawan menyambung dengan saluran drainase pemukiman warga, 2. Aroma air limbah tersebut mengeluarkan bau tak sedap, 3. Sedikitnya sudah ada tiga rumah warga yang sumber air sumurnya diduga tercemar oleh air limbah pabrik permen itu, sehingga air sumurnya sudah tak dapat untuk keperluan sehari – hari karna airnya berwarna keruh, beraroma tak sedap, bahkan sampai mengakibatkan iritasi pada kulit (gatal-gatal).

Akibat dari hal tersebut, para keluarga yang terdampak itu dengan terpaksa melakukan pengeboran sumur air baru yang telah dilakukan sejak kurang lebih setahun lalu. (Yudhi)

error: Content is protected !!

Eksplorasi konten lain dari Suarapena.com | Suara Pena Mata Hati Bangsa

Langganan sekarang agar bisa terus membaca dan mendapatkan akses ke semua arsip.

Lanjutkan membaca